Riset ini berfokus pada evaluasi pengaruh bauran pemasaran terhadap atensi masyarakat Surakarta dalam memilih produk Cicil Emas Syariah di lembaga perbankan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Muamalat. Latar belakang penelitian adalah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan instrumen investasi yang aman seperti emas, di tengah isu inflasi dan potensi resesi global. Teknik pengumpulan data dilakukan secara digital kepada 200 subjek di Surakarta melalui instrumen kuesioner. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dan metode non-probability sampling, khususnya jenis purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel marketing mix berpengaruh signifikan terhadap minat membeli di kedua bank. Namun secara parsial, terdapat perbedaan: Pada BSI, variabel Product, Price, Promotion, dan People berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan Place, Process, dan Physical Evidence tidak signifikan. Pada Bank Muamalat, variabel Product, People, dan Physical Evidence berpengaruh positif dan signifikan, sementara Price, Place, Promotion, dan Process tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya strategi marketing mix yang berbeda untuk masing-masing bank. BSI perlu mempertahankan keunggulan produk, harga kompetitif, dan promosi yang efektif, serta kualitas SDM. Sementara Bank Muamalat disarankan lebih fokus pada penguatan kualitas produk, pelayanan SDM, dan bukti fisik kantor, serta perlu meningkatkan strategi promosi dan penyederhanaan proses transaksi untuk meningkatkan minat masyarakat.