In commemorating a decade of the Arts Management Study Program ISI Yogyakarta, this research examined the suitability of Arts Management learning outcomes through the actual competencies demanded in the marketplace, particularly to support the alums's careers as arts managers. This study aims to assess whether the learning outcomes formulated by the Arts Management Study Program at the Indonesia Institute of the Arts (ISI) Yogyakarta are relevant and fulfill the demands in the arts management industry. This study is crucial to evaluate and develop the curriculum foundation for the Arts Management Study Program in ISI Yogyakarta over the past ten years. Moreover, this research will contribute in establishing a reference for similar study programs in Indonesia. The research adopted the CIPP evaluation method, focusing on the input and output aspects. Data was collected through in-depth interviews with five alums and online questionnaire surveys with 54 Arts Management study program alums. Data analysis involved quantitative analysis of the questionnaires and qualitative content analysis of the transcripts from the alum interviews. The results of the data analysis indicate that the learning outcomes of the Arts Management study program and the planning programs to produce alum profiles in three aspects: knowledge, skills, and attitudes, are aligned with the demands in the marketplace. Although most of the learning outcomes of the Arts Management study program are in line with the requirements of the arts management profession, there are some evaluation points for further development, such as knowledge of data analysis, professional ethics, and technical expertise in producing art events. Capaian Pembelajaran Program Studi Manajemen Seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta AbstrakPenelitian ini dilakukan dalam rangka memperingati satu dekade Program Studi Tata Kelola Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, yaitu mengkaji kesesuaian capaian pembelajaran program studi Tata Kelola Seni dengan realitas kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Hal ini dilakukan sebagai upaya program studi untuk mendukung alumni dalam menjalankan profesi mereka sebagai pengelola seni. Demi tujuan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan menguji apakah capaian pembelajaran yang telah dirumuskan oleh program studi Tata Kelola Seni sudah relevan dan menjawab kebutuhan dunia kerja di industri pengelolaan seni. Kajian terhadap program studi Tata Kelola Seni yang sudah berjalan selama sepuuh tahun ini menjadi penting karena perlu adanya upaya evaluasi dan pengembangan kurikulum yang fundamental di dalam program studi. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi dalam proses pendirian program studi serupa di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengadopsi metode evaluasi CIPP, khususnya dengan melihat aspek input dan output dari program studi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 5 orang alumni dan pengisian kuesioner online terhadap 54 orang alumni program studi Tata Kelola Seni. Analisis data dilakukan melalui analisis kuantitatif terhadap kuesioner dan analisis isi kualitatif terhadap hasil transkrip wawancara alumni Tata Kelola Seni. Hasil analisis data menunjukkan bahwa capaian pembelajaran program studi Tata Kelola Seni yang dirancang untuk menghasilkan profil alumni dalam tiga aspek, yaitu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap (attitude) telah sesuai dengan kebutuhan di marketplace. Meski sebagian besar capaian pembelajaran program studi Tata Kelola Seni telah sesuai dengan kebutuhan profesi pengelola seni, namun terdapat beberapa poin evaluasi untuk pengembangan lebih lanjut, yaitu pengetahuan tentang analisis data, etika profesi, serta pengetahuan teknis produksi event seni.