Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengembangan Usaha Durian Tapua di Kabupaten Polewali Mandar M. Ikram HR; Ghulam, Reza Afandy; Resky Faradibah Suhab
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 2 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i2.227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha Durian Tapua di Kabupaten Polewali Mandar yang dikenal sebagai salah satu komoditas buah lokal unggulan dengan cita rasa khas dan kualitas yang unggul. Meskipun memiliki potensi yang besar, pengelolaan usaha Durian Tapua masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain keterbatasan strategi pemasaran, minimnya inovasi produk, rendahnya akses terhadap permodalan, serta tingginya ketergantungan pada pola panen musiman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pedagang Durian Tapua dan penyuluh pertanian. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT yang didukung oleh matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan usaha Durian Tapua berada pada posisi strategi agresif (Strengths–Opportunities), yaitu memanfaatkan kekuatan internal berupa kualitas produk yang unggul dan cita rasa khas, serta peluang eksternal berupa permintaan pasar yang luas. Strategi utama yang direkomendasikan meliputi pengembangan dan diversifikasi produk, penguatan branding, pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pemasaran, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha Durian Tapua di Kabupaten Polewali Mandar.