Penelitian ini menelaah transformasi Allah Tritunggal melalui inkarnasi dan kematian Kristus, dengan menekankan paradoks antara Allah yang tidak berubah (immutable) namun hadir dan berpartisipasi nyata dalam sejarah manusia. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami bagaimana Allah berperan serta dalam pengalaman manusiawi tanpa mengubah hakikat keilahian-Nya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif, dengan Kitab Suci sebagai sumber primer serta karya para Bapa Gereja, teolog klasik, dan teolog modern sebagai sumber sekunder. Analisis dilakukan dengan pendekatan hermeneutis dan tematik-komparatif untuk menelusuri integrasi konsep kenosis (pengosongan diri) dan communicatio idiomatum (pertukaran sifat ilahi dan insani) dalam tindakan historis Kristus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Allah mengalami transformasi secara ekonomis—yakni dalam relasi dan manifestasi historis—melalui inkarnasi dan solidaritas-Nya dengan manusia, tanpa mengubah hakikat ilahi-Nya yang kekal. Kerangka teologis ini menegaskan dinamika relasi antara transendensi dan imanensi dalam pemikiran Kristen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inkarnasi bukanlah perubahan dalam keberadaan Allah, melainkan ekspresi tertinggi dari kasih dan keterlibatan ilahi dalam penderitaan manusia. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dan praktis: secara teoretis memperkaya kajian teologi sistematika dengan menjembatani teisme klasik dan refleksi kontemporer tentang relasionalitas ilahi; secara praktis memberikan inspirasi bagi spiritualitas Kristen untuk menghidupi kasih dan kerendahan hati sebagai cerminan gerak kenosis Allah dalam Kristus.