Simanjuntak, Salman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Nilai Tauhid dan Akhlak Karimah dalam Pengembangan Model Project-Based Learning (PjBL) Adaptif Digital pada Pembelajaran Aqidah Akhlak Daulay, Aswan; Sitorus, Ahmad Nasir; Bahrul, Bahrul; Simanjuntak, Salman; Rodiah, Rodiah
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3178

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada mata pelajaran Aqidah Akhlak, secara historis menghadapi tantangan krusial dalam mentransformasi pemahaman dogmatis (kognitif) menjadi internalisasi nilai yang termanifestasi sebagai perilaku luhur (akhlak karimah). Persoalan ini semakin diperparah oleh disrupsi masif di era digital, yang menuntut adanya respons pedagogis yang tidak hanya mengembangkan kompetensi abad ke-21 (4C) tetapi juga memastikan fondasi karakter spiritual yang kokoh. Penelitian pengembangan (Research and Development – R&D) ini bertujuan untuk (1) mengkaji secara mendalam landasan filosofis kausalitas Tauhid terhadap Akhlak Karimah, (2) menganalisis relevansi Model Project-Based Learning (PjBL) sebagai pendekatan pedagogis yang ideal, dan (3) merumuskan desain konseptual Model PjBL Integratif Tauhid-Akhlak Adaptif Digital. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian literatur sistematis di fase awal, diikuti dengan perancangan dan validasi konseptual model yang mengadaptasi prosedur Borg & Gall, hasil penelitian menunjukkan bahwa Tauhid—khususnya dalam kerangka Islamization of Knowledge Al-Faruqi—merupakan basis epistemologis tunggal bagi etika Islami. Model PjBL yang dirancang mengintegrasikan Spiritual Checkpoints pada setiap sintaksnya, memastikan bahwa pengembangan kompetensi 4C diikat secara kuat pada nilai-nilai ketauhidan (Ihsan, Amanah, Wahdatul Ummah). Selain itu, model ini memanfaatkan teknologi deep learning dan sistem pembelajaran adaptif untuk memitigasi risiko konten irrelevan dan mendukung peran guru sebagai murabbi (coach moral). Desain model ini terbukti sangat layak secara teoretis dan aplikatif, menjanjikan kerangka kerja pedagogis yang mampu menghasilkan generasi yang berilmu, berkarakter rabbani, dan adaptif terhadap kompleksitas tantangan global.
Prospek dan Tantangan Fikih Kontemporer di Dunia Global Abidin, Zainal; Simanjuntak, Salman; Bahrul, Bahrul; Raudah, Raudah
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3188

Abstract

Fikih kontemporer merupakan manifestasi dinamis hukum Islam dalam merespons perubahan sosial yang dipengaruhi oleh globalisasi, pluralisme agama, dan tuntutan moderasi beragama. Perkembangan teknologi, ekonomi global, serta interaksi lintas budaya melahirkan persoalan hukum baru yang menuntut pembaruan ijtihad agar tetap relevan dengan konteks zaman. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis prospek dan tantangan fikih kontemporer dalam menghadapi realitas dunia global, khususnya dalam aspek globalisasi, pluralisme agama, dan moderasi Islam (wasathiyah). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), dengan teknik analisis deskriptif-analitis dan tematik terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi membuka peluang pengembangan fikih melalui ijtihad kolektif dan pendekatan interdisipliner, namun juga menghadirkan kompleksitas persoalan hukum baru. Dalam konteks pluralisme agama, fikih kontemporer berperan dalam merumuskan etika sosial yang menjamin kehidupan harmonis antarumat beragama tanpa mengorbankan prinsip akidah. Sementara itu, moderasi Islam menjadi kerangka metodologis penting untuk menjaga keseimbangan fikih agar terhindar dari sikap ekstrem dan liberal. Dengan demikian, penguatan maqasid al-syari’ah dan prinsip wasathiyah menjadi kunci pengembangan fikih kontemporer yang kontekstual dan berorientasi pada kemaslahatan umat.