Manurung, Aprilia Annisa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kritis Relativisme Moral dan Sekularisme dalam Pembentukan Aqidah Akhlak Mahasiswa PAI di Era Post-Truth Daulay, Aswan; Sari, Febi Ayunda; Sitorus, Ilham Fadhillah; Manurung, Aprilia Annisa; Samosir, Siti Aisyah
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3179

Abstract

Perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi digital, serta perubahan pola komunikasi sosial telah membawa implikasi serius terhadap konstruksi nilai, moralitas, dan pemahaman keagamaan generasi muda. Dalam konteks pendidikan Islam, khususnya pada mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), fenomena tersebut menghadirkan tantangan ideologis yang bersifat struktural dan epistemologis. Relativisme moral dan sekularisme filosofis muncul sebagai dua arus pemikiran dominan yang berpotensi melemahkan keyakinan terhadap kebenaran moral yang bersifat absolut dalam Islam. Kedua arus tersebut semakin menguat dalam era post-truth, yaitu kondisi sosial ketika emosi, opini personal, dan kepentingan ideologis lebih berpengaruh daripada fakta objektif dan rasionalitas ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pengaruh relativisme moral dan sekularisme filosofis terhadap pembentukan aqidah akhlak mahasiswa PAI di era post-truth. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (library research) terhadap literatur filsafat pendidikan Islam, etika Islam, dan studi kontemporer mengenai post-truth. Hasil kajian menunjukkan bahwa konvergensi relativisme moral, sekularisme filosofis, dan post-truth menimbulkan krisis epistemologis dan aksiologis pada mahasiswa PAI, yang berdampak pada fragmentasi antara keyakinan aqidah dan praktik akhlak. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan aqidah akhlak melalui integrasi nilai Haq dan ‘Adl dalam kurikulum PAI, penguatan literasi kritis digital, serta revitalisasi peran dosen sebagai teladan moral dan spiritual.
Fatwa dan Otoritas Keagamaan di Era Modern: Analisis Lembaga Fatwa dan Metodologi Istinbat dalam Perspektif Fikih Kontemporer Abidin, Zainal; Samosir, Siti Aisyah; Samosir, Isnaini; Manurung, Aprilia Annisa
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i3.3191

Abstract

Fatwa merupakan instrumen penting dalam tradisi hukum Islam yang berfungsi untuk memberikan jawaban atas persoalan keagamaan umat di tengah dinamika sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang terus berkembang. Dalam konteks masyarakat modern, ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan kompleksitas masalah kontemporer, fatwa tidak lagi sekadar produk pemikiran individual, melainkan menuntut penguatan kelembagaan untuk menjamin konsistensi, legitimasi, dan akuntabilitas hukum Islam. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis konsep fatwa dalam perspektif fikih kontemporer, mengeksplorasi peran lembaga fatwa modern seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dar al-Ifta’ al-Misriyyah (Al-Azhar), Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI), serta Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI), dan mengkaji mekanisme serta metodologi istinbat hukum Islam yang digunakan dalam penetapan fatwa di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap literatur fikih klasik, fatwa kontemporer, serta publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fatwa kontemporer bersifat dinamis, kontekstual, adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi, serta berorientasi pada maqasid al-shari‘ah untuk memastikan keseimbangan antara kepatuhan syariah dan kebutuhan praktis umat. Lebih lanjut, penetapan fatwa di era modern membutuhkan pendekatan ijtihad kolektif, multidisipliner, serta keterlibatan berbagai pakar dari bidang hukum, ekonomi, teknologi, dan etika agar fatwa tetap relevan, kredibel, dan mampu memberikan solusi atas permasalahan kompleks yang muncul akibat globalisasi dan digitalisasi. Temuan ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara tradisi hukum Islam klasik dan tuntutan modernitas dalam membentuk fatwa yang sahih, aplikatif, dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang berkeadilan dan beretika.