Dermatoglifi yang terbentuk dari poligen dipengaruhi oleh banyak gen. Polasidik jari dapat digunakan untuk mengidentifikasi pelaku dan korban kejahatan, danjuga dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit genetik atau kelainan genetik.Salah satu penyakit genetik yang menarik untuk diamati hubungannya dengandermatoglifi adalah penyakit jantung koroner. Penelitian ini bertujuan untukmenyelidiki karakteristik dermatoglifi ujung jari dan telapak tangan pada pasienpenyakit jantung di Rumah Sakit Dr. M. Djamil Padang, termasuk jenis pola sidikjari, jumlah sidik jari, frekuensi pola telapak tangan, dan sudut atd.Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk kelompokpasien penyakit jantung dan kelompok normal. Sampel diambil sebanyak 40 orangdengan penyakit jantung, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan untukkelompok pembanding diambil dari mahasiswa atletik UNP. Data yang diperolehadalah persentase pola sidik jari untuk setiap sampel. Persentase pola ini dianalisismenggunakan uji chi-square (X2). Dari data yang diperoleh, menunjukkan bahwapersentase pola sidik jari antara kelompok pasien penyakit jantung dan normalberbeda, di mana persentase pasien penyakit jantung dengan pola Arch = 3%,sedangkan pada kelompok normal pola Arch = 0%. Uji statistik dengan uji chisquare menunjukkan bahwa pola sidik jari pada kelompok pasien penyakit jantungdan kelompok normal terdapat perbedaan yang nyata. Total jumlah lekukan padaujung jari pasien penyakit jantung lebih rendah dibandingkan dengan kelompoknormal dengan uji t yang menunjukkan perbedaan signifikan pada p = 0,05. Persentase frekuensi pola lekukan telapak tangan pada pasien penyakit jantungsebesar I1 = 0,6%, sedangkan pada kelompok normal I1 = 0%. Berdasarkan ujistatistik t-student, sudut atd pada orang normal dan pasien penyakit jantung tidakmenunjukkan perbedaan signifikan pada p = 0,05.