Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Strategi Tax Planning Dalam Mengelola Beban Pajak Penghasilan Badan Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk Deviano, Keyrend Rizhard; Rafli, Muammar; Lolowang, Melani Maria Kireyna; Alfian, Muhammad Rayhan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan pajak (tax planning) dalam mengelola Beban Pajak Penghasilan Badan (BPP) pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk, mengingat peran penting pajak sebagai sumber pendapatan negara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dan kausal 1dengan pendekatan data deret waktu (time series). Sumber data utama yang digunakan adalah Data Sekunder 3, yang diperoleh dari Laporan Keuangan Tahunan/Triwulanan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang diunduh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (IDX) serta Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) INDF. Variabel Strategi Tax Planning (X) diuji signifikansinya terhadap variabel Beban Pajak Penghasilan Badan (Y) menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang digunakan valid dan reliabel, serta data berdistribusi normal. Ditemukan adanya hubungan positif dan signifikan antara Strategi Tax Planning dan Beban Pajak Penghasilan Badan, dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,505 dan persamaan regresi text{Y} = 38.374 + 0.407X. Hubungan positif ini mengindikasikan bahwa peningkatan intensitas strategi perencanaan pajak cenderung diikuti oleh peningkatan nilai nominal Beban Pajak Penghasilan Badan yang dilaporkan. Interpretasi temuan ini adalah bahwa perusahaan dengan perencanaan pajak yang lebih terstruktur seringkali adalah perusahaan dengan tingkat laba tinggi, yang secara absolut (nominal) menghasilkan beban pajak yang lebih tinggi, terlepas dari upaya efisiensi relatif (ETR).