Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kebertahanan Usaha Kacang Goyang Pada Masyarakat Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan Paputungan, Arga A. Vahrezy; Rahmatiah, Rahmatiah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kebertahanan usaha kacang goyang, faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usaha, serta strategi adaptasi yang diterapkan oleh pelaku usaha dalam menghadapi dinamika pasar di Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan. Usaha kacang goyang merupakan industri rumah tangga tradisional yang tidak hanya berperan sebagai sumber penghidupan masyarakat lokal, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung pada lokasi produksi, wawancara mendalam dengan lima pelaku usaha aktif, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan kerangka teori Modal Sosial Robert D. Putnam dan konsep Etos Kerja Max Weber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebertahanan usaha kacang goyang ditopang oleh kekuatan modal sosial yang terbangun melalui jaringan kepercayaan antara pelaku usaha, konsumen, dan komunitas lokal. Dukungan keluarga, nilai gotong royong, serta solidaritas sosial menjadi faktor utama yang menjaga keberlangsungan produksi dan efisiensi biaya tenaga kerja. Selain itu, etos kerja yang kuat tercermin dalam sikap disiplin, tanggung jawab, dan konsistensi menjaga kualitas produk, sehingga mampu mempertahankan loyalitas konsumen meskipun menghadapi keterbatasan bahan baku dan permodalan. Strategi adaptasi yang diterapkan meliputi penyesuaian skala produksi berbasis permintaan, inovasi sederhana pada variasi produk dan kemasan, serta pewarisan pengetahuan usaha secara informal kepada generasi penerus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara dimensi sosial, ekonomi, dan budaya merupakan kunci utama kebertahanan UMKM tradisional. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan usaha kecilĀ  bergantungĀ  pada kekuatan nilai sosial dan etos kerja komunitas lokal.