Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Makan dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus di Wilayah Puskesmas Janti Kota Malang Ramadhani, Fitriya Ayu; Murakhofah, Hanim; Roesardhyati, Ratna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4660

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan gangguan pengaturan kadar glukosa darah dan prevalensinya terus meningkat secara global maupun nasional, termasuk di Kota Malang. Ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien DM sering dipengaruhi oleh pola makan yang tidak sesuai dengan prinsip diet diabetes, seperti konsumsi energi berlebih, pemilihan jenis makanan yang kurang tepat, serta jadwal makan yang tidak teratur. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi akut maupun kronis apabila tidak ditangani secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi. Data pola makan dikumpulkan menggunakan instrumen Food Recall 2×24 jam, sedangkan kadar glukosa darah diukur melalui pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Somers’ D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan berlebih sebesar 67,3% dan mengalami ketidakstabilan kadar glukosa darah kategori berat sebesar 60%. Hasil uji Somers’ D menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara pola makan dan ketidakstabilan kadar glukosa darah (Somers’ D = 0,851; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa pola makan berlebih berkontribusi signifikan terhadap ketidakstabilan glukosa darah pada pasien DM. Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi berkelanjutan, penerapan prinsip 3J (jenis, jumlah, dan jadwal), serta pemantauan rutin untuk meningkatkan pengendalian glikemik di tingkat layanan kesehatan primer.