Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Layanan dan Variasi Menu Terhadap Minat Beli Ulang Pelanggan Dimoderasi Oleh Gender Pada Coffeshop Kalasa Anggareksa, I Putu Yoga; Sutrisni, Ketut Elly
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan dan variasi menu terhadap minat beli ulang pelanggan pada Coffeeshop Kalasa di Bali, dengan gender sebagai variabel moderasi. Industri kopi di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, meningkatkan persaingan di antara pelaku usaha dan menjadikan loyalitas pelanggan sebagai faktor krusial untuk keberlanjutan bisnis. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 120 responden pelanggan yang dipilih sebagai sampel. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan teknik Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas layanan (β=0.498; p<0.05) dan variasi menu (β=0.273; p<0.05) secara signifikan berpengaruh positif terhadap minat beli ulang pelanggan. Lebih lanjut, variabel gender terbukti memoderasi hubungan antara kualitas layanan dan minat beli ulang (β=0.363; p<0.05) serta antara variasi menu dan minat beli ulang (β=0.155; p<0.05). Hal ini mengindikasikan bahwa perempuan cenderung lebih responsif terhadap peningkatan kualitas layanan dan variasi menu dibandingkan laki-laki. Model penelitian ini mampu menjelaskan 98,3% varians dari minat beli ulang (Adjusted R²=0.983), menunjukkan bahwa variabel-variabel yang dipilih sangat relevan. Secara praktis, hasil ini menyarankan manajemen Coffeeshop Kalasa untuk fokus pada peningkatan kualitas layanan dan pengembangan menu yang inovatif serta disesuaikan dengan preferensi gender untuk memaksimalkan loyalitas pelanggan. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat penerapan Theory of Planned Behavior (TPB) dengan mengintegrasikan gender sebagai faktor moderasi dalam konteks bisnis kuliner.