Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan Artificial Intelligence ChatGPT dalam penyelesaian tugas akademik terhadap motivasi belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 100 responden mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Variabel penelitian diukur menggunakan kerangka Technology Acceptance Model (TAM) untuk menilai penggunaan ChatGPT, serta Self-Determination Theory (SDT) untuk mengukur motivasi belajar mahasiswa, yang mencakup dimensi kemandirian, kompetensi, dan hubungan sosial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat penggunaan ChatGPT berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 4,33. Sementara itu, motivasi belajar mahasiswa juga berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,22. Temuan ini mengindikasikan bahwa mahasiswa tidak hanya menerima ChatGPT sebagai teknologi pendukung pembelajaran, tetapi juga merasakan manfaat nyata dalam proses akademik mereka. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan ChatGPT terhadap motivasi belajar mahasiswa, dengan koefisien regresi sebesar 0,534. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan intensitas penggunaan ChatGPT diikuti oleh peningkatan motivasi belajar. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,540 menandakan bahwa penggunaan ChatGPT memberikan kontribusi yang cukup kuat terhadap variasi motivasi belajar mahasiswa. Uji signifikansi parsial juga mengonfirmasi bahwa indikator penggunaan ChatGPT berpengaruh signifikan terhadap dimensi motivasi belajar. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa ChatGPT berperan sebagai katalis pembelajaran yang membantu memenuhi kebutuhan psikologis dasar mahasiswa, sehingga meningkatkan motivasi intrinsik. Hasil penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi institusi pendidikan untuk mengintegrasikan teknologi AI secara strategis dalam proses pembelajaran guna mendukung peningkatan motivasi belajar mahasiswa di era digital