Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rangkiang sebagai Instrumen Ketahanan Ekonomi Keluarga: Analisis dalam Perspektif Ekonomi Islam Bahreni, Fitri; Fahlefi, Rizal; Hidayati , Azifah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4800

Abstract

Ketahanan ekonomi keluarga merupakan elemen mendasar dalam menjaga stabilitas sosial dan pembangunan berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Krisis seperti inflasi pangan, ketidakstabilan ekonomi, dan perubahan iklim menyoroti pentingnya mekanisme ekonomi berbasis masyarakat dan kearifan lokal dalam memperkuat ketahanan rumah tangga. Salah satu bentuk kearifan lokal yang memiliki makna strategis adalah rangkiang, lumbung padi tradisional masyarakat Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rangkiang sebagai instrumen ketahanan ekonomi keluarga dari perspektif ekonomi Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui penelitian perpustakaan, penelitian ini mengacu pada sumber-sumber primer termasuk Al-Qur'an dan Hadis, literatur ekonomi Islam kontemporer, dan karya ilmiah tentang kearifan lokal Minangkabau dan ketahanan ekonomi keluarga. Data dianalisis menggunakan analisis konten untuk mengidentifikasi nilai-nilai utama, prinsip, dan kerangka konseptual. Temuan ini menunjukkan bahwa rangkiang berfungsi tidak hanya sebagai fasilitas penyimpanan makanan tradisional tetapi juga sebagai sistem pengelolaan sumber daya berkelanjutan yang didasarkan pada kehati-hatian, perencanaan jangka panjang, dan solidaritas sosial. Dari perspektif ekonomi Islam, rangkiang sejalan dengan tujuan maqāṣid al-sharī'ah, khususnya perlindungan kehidupan (ḥifẓ al-nafs), kekayaan (ḥifẓ al-māl), dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Nilai-nilai etis ekonomi Islam—seperti kepercayaan (amanah), keseimbangan (tawāzun), keadilan ('adl), dan saling membantu (ta'āwun)—tertanam kuat dalam sistem rangkiang sebagai mekanisme pencegahan dan berkelanjutan untuk ketahanan ekonomi keluarga. Studi ini berkontribusi secara teoritis dengan mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kerangka ekonomi Islam dan menawarkan implikasi praktis untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat melalui model ekonomi yang didasarkan