Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relasi Sosio-Kultural Masyarakat dan Pelestarian Warisan di Kampung Peneleh: Studi Kasus Kualitatif Surya, Junior Putra; Purwanto, Valicia Geralyn; Kushandojo, Abigail Hamidy; Wijaya, Wisnu Adjie Nata; Lofiandy, Nadine Graciela; Dewi, Irra Chrisyanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4929

Abstract

Pelestarian warisan budaya di kawasan perkotaan sering kali menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan masyarakat dan dominasi pendekatan konservasi fisik. Kampung Peneleh di Kota Surabaya, sebagai permukiman tertua dengan nilai sejarah tinggi, menjadi contoh menarik untuk memahami bagaimana relasi sosio-kultural masyarakat berperan dalam keberlanjutan pelestarian warisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran masyarakat lokal dalam pelestarian warisan budaya Kampung Peneleh serta mengkaji proses pembentukan identitas kolektif melalui hubungan sosio-kultural yang terbangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan enam informan kunci, serta analisis dokumen pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan Reflexive Thematic Analysis untuk mengidentifikasi pola makna dan proses transformasional yang terjadi dalam komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian warisan di Kampung Peneleh berlangsung melalui tiga tahap utama, yaitu trigger, institutionalization, dan habituation. Tahap trigger ditandai oleh peristiwa pemicu berupa pengakuan formal situs bersejarah yang mengubah kesadaran masyarakat. Tahap institutionalization terjadi melalui pembentukan Pokdarwis “Peneleh Heritage” sebagai mediator sosial yang mengorganisasi partisipasi warga. Selanjutnya, tahap habituation tercermin dalam internalisasi nilai heritage ke dalam praktik sosial sehari-hari, seperti hospitality, gotong royong, dan tumbuhnya ekonomi lokal berbasis warisan. Proses ini membentuk identitas kolektif masyarakat sebagai heritage community. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya heritage community theory dengan menawarkan model transformasional berbasis praktik sosial. Secara praktis, temuan penelitian menegaskan pentingnya kebijakan pelestarian yang berorientasi pada penguatan komunitas lokal sebagai aktor utama keberlanjutan warisan budaya.