Pengembangan motorik halus merupakan aspek fundamental dalam tahap perkembangan anak usia dini karena berperan penting dalam mendukung kesiapan belajar, kemandirian, serta kemampuan akademik anak di masa selanjutnya. Hal ini menjadi semakin krusial bagi anak-anak migran Indonesia yang menempuh pendidikan di lingkungan non-formal, di mana keterbatasan fasilitas dan metode pembelajaran sering kali menjadi tantangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas aktivitas origami sebagai media stimulasi motorik halus, kreativitas, dan fokus belajar anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 4–10 tahun yang mengikuti kegiatan belajar di Sanggar Bimbingan Al-Miftah Kelana Jaya, Malaysia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, dokumentasi, serta keterlibatan aktif pendidik dalam proses pembelajaran. Aktivitas origami yang diberikan berupa pembuatan bentuk ikan dan kepiting dengan tahapan lipatan yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak diarahkan untuk mengikuti instruksi secara bertahap, melipat kertas dengan presisi, serta mengekspresikan kreativitas mereka melalui hasil karya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kegiatan origami memberikan dampak positif terhadap peningkatan koordinasi mata dan tangan, ketelitian, kemampuan mengikuti instruksi, serta daya konsentrasi anak. Selain itu, aktivitas ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri anak dalam menyelesaikan tugas. Meskipun anak usia lebih muda memerlukan pendampingan yang lebih intensif, secara keseluruhan kegiatan berlangsung efektif, interaktif, dan menyenangkan. Temuan ini menegaskan bahwa origami merupakan model pembelajaran non-formal yang sederhana, murah, dan relevan untuk mendukung perkembangan motorik halus serta pengalaman belajar anak-anak migran Indonesia.