Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Determinan Financial Distress Pada Perusahaan Pertambangan Batu Bara Di Indonesia: Peran Leverage Dan Firm Size Periode 2019–2024 Sanu, Riska Juliana; Selvi, Selvi; Pongoliu, Yayu Isyana D.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Leverage (Debt to Equity Ratio/DER) dan Firm Size terhadap Financial Distress pada perusahaan sektor pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2024. Financial distress merupakan kondisi penurunan kinerja keuangan yang dapat mengarah pada kesulitan keuangan hingga potensi kebangkrutan, sehingga penting untuk diidentifikasi sejak dini, khususnya pada sektor pertambangan yang bersifat padat modal dan rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, dengan kriteria perusahaan pertambangan batu bara yang secara konsisten terdaftar di BEI dan memiliki laporan keuangan lengkap selama periode pengamatan. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh sebanyak 27 perusahaan sebagai sampel penelitian. Dengan periode observasi selama enam tahun, total data yang dianalisis berjumlah 162 data sampel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang dipublikasikan secara resmi oleh Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis statistik deskriptif dan analisis regresi logistik, yang diolah menggunakan aplikasi IBM SPSS versi 25. Analisis regresi logistik digunakan karena variabel dependen financial distress bersifat dikotomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Leverage (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Distress, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat penggunaan utang, semakin besar risiko perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Sementara itu, Firm Size berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Financial Distress, yang menunjukkan bahwa perusahaan dengan ukuran yang lebih besar cenderung memiliki daya tahan keuangan yang lebih kuat dalam menghadapi tekanan ekonomi.