Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Menghadapi Tekanan Emosional Ghosting dalam Relasi Pertemanan di Kalangan Mahasiswa Bandung Danish, Lastri Zahara; Hanifah , Agnia; Mauludin , Fikri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5214

Abstract

Fenomena ghosting tidak hanya terjadi dalam hubungan romantis, tetapi juga dalam relasi pertemanan dikalangan mahasiswa, dan berdampak signifikan terhadap keseimbangan emosional, kepercayaan sosial, serta kualitas interaksi akademik. Urgensi penelitian ini terletak pada meningkatnya kasus penarikan diri sosial tanpa penjelasan di lingkungan kampus yang menimbulkan tekanan psikologis dan ketidakpastian emosional bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman mahasiswa yang mengalami ghosting dalam pertemanan serta strategi yang mereka gunakan untuk menghadapi tekanan emosional yang timbul. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus fenomenologis, melibatkan enam informan mahasiswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu: (1) ghosting dipahami sebagai bentuk penghindaran konflik dan pemutusan komunikasi tanpa penjelasan; (2) dampak emosional yang muncul meliputi kesedihan, kebingungan, serta penurunan kepercayaan diri; (3) mahasiswa menggunakan strategi koping aktif, emosional, dan sosial seperti cognitive reappraisal, dukungan teman sebaya, dan pengalihan aktivitas untuk meredakan stres; serta (4) pengalaman ghosting menghasilkan pembelajaran interpersonal berupa peningkatan empati, kesadaran diri, dan kemandirian emosional. Temuan ini memperkuat teori Emotion Regulation (Gross, 2015) dan Coping Stress Model (Lazarus & Folkman, 1984), sekaligus menegaskan bahwa regulasi emosi dan dukungan sosial berperan penting dalam pemulihan psikologis mahasiswa. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya penguatan literasi emosional dan program konseling kampus yang berfokus pada komunikasi empatik. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas jumlah partisipan dan menggunakan metode triangulasi untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif