Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rhinosinusitis Akut dan Kronik: Tinjauan Berdasarkan European Position Paper (EPOS) Erizal, Inez Sashikirana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5337

Abstract

Sinusitis merupakan penyakit inflamasi pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang sering dijumpai dalam praktik klinis dan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Penyakit ini dapat dibedakan menjadi sinusitis akut dan sinusitis kronik, dengan atau tanpa adanya polip hidung. Etiologi sinusitis bersifat multifaktorial, meliputi infeksi virus atau bakteri, reaksi alergi, gangguan fungsi mukosilier, kelainan anatomi hidung dan sinus, serta gangguan imunologis. Patofisiologi sinusitis melibatkan obstruksi drainase sinus, penumpukan sekret, dan respons inflamasi mukosa yang berkelanjutan. Diagnosis sinusitis ditegakkan berdasarkan kombinasi gejala klinis seperti sumbatan hidung, rinore, nyeri atau tekanan wajah, serta gangguan penciuman, yang didukung oleh pemeriksaan fisik, endoskopi hidung, dan pemeriksaan radiologis bila diperlukan. Tatalaksana sinusitis bersifat individual dan bertahap, dengan tujuan mengurangi inflamasi, memperbaiki ventilasi dan drainase sinus, menghilangkan gejala, serta mencegah kekambuhan dan komplikasi. Terapi meliputi irigasi hidung dengan larutan saline, kortikosteroid intranasal, analgesik, serta antibiotik pada kasus dengan dugaan infeksi bakteri. Pada sinusitis kronik yang tidak responsif terhadap terapi medikamentosa optimal, pembedahan sinus dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pengendalian penyakit jangka panjang. Komplikasi sinusitis, meskipun jarang, dapat melibatkan orbita, intrakranial, atau tulang, sehingga memerlukan deteksi dan penanganan dini. Pencegahan difokuskan pada pengendalian faktor risiko, perawatan mukosa hidung, dan manajemen komorbiditas. Jika diagnosis yang tepat dan tata laksana komprehensif, prognosis sinusitis umumnya baik, terutama pada kasus akut.