Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Intensitas Modal, dan Kesulitan Keuangan terhadap Agresivitas Pajak Rayes, Linzi Ayu Hasade; Yanti, Harti Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tanggung jawab sosial perusahaan, intensitas modal, dan kesulitan keuangan terhadap agresivitas pajak dengan profitabilitas sebagai variabel kontrol. Agresivitas pajak dipahami sebagai strategi perusahaan dalam menekan beban pajak melalui perencanaan perpajakan yang berpotensi menimbulkan risiko kepatuhan terhadap peraturan perpajakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausalitas dan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan serta laporan keberlanjutan perusahaan. Populasi penelitian mencakup perusahaan sektor basic materials dan consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022–2024. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 49 perusahaan dengan total 147 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pemilihan model estimasi melalui uji Chow, uji Hausman, dan uji Lagrange Multiplier. Agresivitas pajak diproksikan menggunakan Effective Tax Rate (ETR), sedangkan kesulitan keuangan diukur menggunakan model Grover. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan tanggung jawab sosial perusahaan, intensitas modal, dan kesulitan keuangan berpengaruh terhadap agresivitas pajak dengan profitabilitas sebagai variabel kontrol. Namun, secara parsial tanggung jawab sosial perusahaan dan intensitas modal tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak, sedangkan kesulitan keuangan berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi keuangan perusahaan memiliki peran yang lebih dominan dalam menentukan kebijakan agresivitas pajak dibandingkan faktor nonkeuangan, khususnya pada periode pemulihan ekonomi pascapandemi.