Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengaruh Inflasi, BI Rate, Kurs, dan Penanaman Modal Asing terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Istiqomah, Dwi Warda; Darto, Darto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi, BI Rate, nilai tukar rupiah, dan Foreign Portfolio Investment (FPI) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series bulanan sebanyak 60 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL), yang diawali dengan uji stasioneritas, uji kointegrasi, serta pengujian signifikansi parsial dan simultan untuk mengetahui hubungan jangka pendek maupun jangka panjang antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi dan BI Rate tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Temuan ini mengindikasikan bahwa selama periode penelitian, fluktuasi inflasi dan kebijakan suku bunga acuan belum menjadi faktor dominan dalam memengaruhi pergerakan pasar saham. Nilai tukar rupiah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG pada lag dua periode, yang menunjukkan bahwa depresiasi rupiah memiliki dampak tertunda terhadap penurunan kinerja pasar saham. Sementara itu, Foreign Portfolio Investment (FPI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, baik pada periode berjalan maupun beberapa lag, yang mencerminkan peran penting arus modal asing dalam meningkatkan likuiditas dan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia. Secara simultan, inflasi, BI Rate, nilai tukar rupiah, dan FPI berpengaruh signifikan terhadap IHSG. Nilai adjusted R-squared sebesar 0,426540 menunjukkan bahwa variasi pergerakan IHSG dapat dijelaskan oleh variabel dalam model sebesar 42,65 persen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya stabilitas nilai tukar serta keberlanjutan arus investasi asing sebagai faktor strategis dalam menjaga kinerja dan daya tarik pasar saham Indonesia.