Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Return On Asset, Debt to Equity Ratio, dan Current Ratio terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021–2024 Ersanda, Fathan; Ridwan, Ridwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return On Assets (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Current Ratio (CR) terhadap harga saham perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan harga saham penutupan perusahaan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 64 observasi yang memenuhi kriteria. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Return On Assets berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, yang mengindikasikan bahwa tingkat profitabilitas perusahaan menjadi faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam pengambilan keputusan investasi. Sebaliknya, Debt to Equity Ratio dan Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, yang menunjukkan bahwa struktur modal dan likuiditas jangka pendek belum menjadi determinan utama nilai saham pada sektor energi. Namun demikian, secara simultan ROA, DER, dan CR berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan memiliki peran penting dalam pembentukan harga saham, meskipun pergerakan harga saham perusahaan sektor energi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas, kebijakan energi, dan sentimen pasar.