Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Financial Distress, Auditor Switching, dan Kualitas Audit Terhadap Audit Report Lag Dengan Size Company Sebagai Variabel Kontrol (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bei Periode 2022-2024) Wijaya, Thalia Juniani; Riswan, Riswan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6035

Abstract

Relevansi informasi dalam laporan keuangan merupakan hal yang sangat penting dalam pengambilan keputusan bagi berbagai pihak, seperti investor dan kreditur. Namun, perusahaan yang go public di Indonesia masih banyak yang terlambat menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu. Keterlambatan ini sering kali disebabkan oleh audit report lag (ARL), yaitu periode waktu yang dibutuhkan sejak tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal penerbitan laporan auditor independen. Masalah ini dapat mengurangi relevansi informasi dan berpotensi mendapatkan sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Oleh karena itu, penelitian ini fokus pada perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024, sebuah sektor yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel dipilih melalui metode purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, baik tanpa maupun dengan variabel kontrol ukuran perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress dan auditor switching memiliki pengaruh positif signifikan terhadap ARL, artinya semakin tinggi tingkat kesulitan keuangan atau terjadinya pergantian auditor, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan audit. Sebaliknya, kualitas audit berpengaruh negatif signifikan, menunjukkan bahwa audit berkualitas tinggi justru dapat mempercepat proses pelaporan. Penambahan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol tidak menghilangkan signifikansi hubungan variabel independen, namun berhasil memperjelas dan memperkuat model penelitian.