Pekerja shift di industri manufaktur merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan akibat pola kerja tidak teratur, terutama gangguan tidur dan peningkatan risiko hipertensi. Paparan kerja malam, kurang tidur, serta stres kerja yang berkepanjangan sering kali dianggap sebagai kondisi yang wajar oleh pekerja, sehingga upaya pencegahan dini belum menjadi perhatian utama. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan kardiovaskular dan produktivitas kerja. Sebagai upaya promotif dan preventif, diperlukan edukasi kesehatan kerja yang diberikan secara sistematis kepada pekerja shift. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pekerja mengenai pentingnya pengaturan jadwal tidur dan manajemen tekanan darah melalui pendekatan face to face (tatap muka) dengan metode ceramah pada pekerja shift di industri manufaktur PT X. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pekerja pada seluruh indikator pertanyaan. Peningkatan pengetahuan terendah ditemukan pada item “Shift kerja dapat meningkatkan risiko hipertensi”, yang sejak awal telah dipahami dengan baik oleh seluruh peserta. Sebaliknya, peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman mengenai kebiasaan makan berat setelah bekerja shift malam, dengan peningkatan sebesar 68%, dari 18% sebelum edukasi menjadi 86% setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi memiliki efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan pengetahuan pekerja shift, terutama pada aspek-aspek praktis yang sebelumnya masih kurang dipahami. Oleh karena itu, kegiatan edukasi kesehatan kerja direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan pihak industri dan civitas akademika sebagai upaya pencegahan dini hipertensi dan peningkatan kualitas kesehatan pekerja shift.