Pada sebuah era globalisasi 5.0, kita dimudahkan dengan berbagai macam alat kebutuhan untuk sehari-hari dan kebutuhan rumah lainnya. Salah satunya adalah Gadget, gadget era saat ini menjadi sebuah hal yang wajar, pertama dalam berbelanja secara online atau melalui e-commerce, hal ini tentu saja menjadi perhatian publik bagaimana mereka dapat dengan mudah menjual tanpa adanya iklan secara langsung. Dengan itu, Influencer berperan penting dalam meningkatkan penjualan dari brand tertentu yang sedang terkenal. Influencer di kalangan mahasiswa dan pelajar merupakan hal yang saat ini sedang menjadi trend, saat ini Influencer sudah memiliki ketentuan pekerjaan yang berubah, Influencer seharusnya memiliki tanggung jawab terkait apa yang disampaikan olehnya, bahkan rekomendasi yang disampaikan, tetapi saat ini Influencer memiliki peran yang cukup krusial yaitu melebih-lebihkan segala review dengan imbalan berupa uang atau keuntungan lain. Hal ini disebut sebagai budaya hiperrealitas, yang mana budaya tersebut telah menghilangkan unsur keasliannya. Representasi Influencer melahirkan sebuah simulasi (Simulacrum) yang pada dasar nya adalah sebuah representasi tanda tanda di atas realitas, realitas buatan yang melampaui keaslian atau kebenarannya dan memunculkan budaya Hiperrealitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dimana fenomenologi mencakup penjelasan mengenai pengalaman individu seseorang, dengan ini, penulis dapat mendeskripsikan terkait hal yang dialami oleh subjek dan menganalisis fenomena mengenai representasi Influencer dalam memunculkan budaya hiperrealitas mahasiswa. Representasi melahirkan sebuah visual baru yang melupakan atau menghapus bagaimana keaslian atau kebenaran dari yang terlihat, hal ini seperti mengganntikan posisi keaslian yang sebenar-benarnya dengan keaslian yang dibuat kembali agar definisi mengenai suatu hal menjadi benar adanya, yang disebut sebagai budaya hiperrealitas. Hiperrealitas muncul karena perpindahan sebuah kaidah kebenaran asli dengan kebenaran yang dibuat untuk mengganti fungsi, definisi, dan makna dari apa yang di definisikan.