Budidaya tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) di Indonesia menghadapi permasalahan, salah satunya ialah pola tanam monokultur yang mengakibatkan produktivitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan spesies tumbuhan bawah (understorey) di lantai kebun kelapa pada pola tanam monokultur dan polikultur, serta pengaruh heterogenitas lingkungan terhadap kelimpahan spesies tumbuhan bawah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai April 2024 di kebun monokultur dan polikultur Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Data diambil menggunakan metode survei lapang. Plot berukuran 20 m x 100 m dibuat di masing-masing lahan monokultur dan polikultur, kemudian dibagi menjadi 20 subplot (10 m x 10 m). Kuadrat berukuran 1 m x 1 m dipasang secara sistematis di tengah setiap subplot untuk survei vegetasi tumbuhan bawah. Variabel pengamatan meliputi analisis vegetasi, keanekaragaman jenis, heterogenitas spesies tumbuhan, keterbukaan kanopi, water holding capacity, dan infiltrasi. Alat yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pasak, kamera, meteran, alat tulis, gunting, tangki, seng, pipa, kayu, GPS, soil pH meter, infiltrometer, dan frame berukuran 1 m x 1 m. Bahan yang digunakan terdiri dari kertas amplop, label, dan kantong plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam polikultur memberikan keragaman spesies paling tinggi dibandingkan dengan monokultur. Analisis menunjukkan bahwa kelimpahan tumbuhan bawah dipengaruhi oleh perbedaan faktor lingkungan berupa keterbukaan kanopi, water holding capacity, dan infiltrasi. Keberagaman tanaman mengakibatkan variasi ruang terhadap cahaya yang masuk dan kadar air yang lebih tinggi.