Abd. Aziz Faiz
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AGENSI, PARTISIPASI, DAN REKONSTITUSI KOMUNITAS PERPUSTAKAAN ALAM INTEGRASI-INTERKONEKSI DI MERGOSONO BUAYAN KEBUMEN JAWA TENGAH Abd. Aziz Faiz
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v25i2.4470

Abstract

Abstract - Libraries are generally reading rooms and places for literacy activities, but the Integration-Interconnection Nature Library has a different concept from libraries in general. The purpose of this study is to explain how this nature library can become spaces of agency for community reconstitution in rural areas. This study uses qualitative methods to interpret and present field data. The results show that: first, agency practices are carried out culturally through youth cultural networks. Second, intervention in the community is carried out through three programs: 1) literacy programs, 2) action programs; inspiration classes, play classes, craft classes. 3) Household and community economic empowerment programs. Third, community reconstruction efforts are carried out by reorganizing the community and mobilizing the potential of nature and agriculture-based villages; improving literacy, knowledge, skills, and community empowerment; and presenting a new awareness and definition of an integrated village community. The Integrated-Interconnected Nature Library needs to enhance its existence through new media, sponsorship aspects, institutional structure, institutional status, expanding youth involvement, and increasing service product capacity.   Keywords: Natural library; Agency; Reconstitution; Community   Abstrak - Perpustakaan umumnya adalah ruang membaca dan tempat aktivitas literasi, namun Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi memiliki konsep yang berbeda dari perpustakaan pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana perpustakaan alam ini mampu menjadi ruang-ruang agensi bagi rekonstitusi komunitas di pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menginterpretasi dan menyajikan data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, Praktik agensi dilakukan secara kultural melalui jaringan kultural kepemudaan. Kedua, Intervensi pada komunitas melalui tiga program; 1) program literasi, 2) program aksi; kelas inspirasi, kelas bermain, kelas karya. 3) Program pemberdayaan rumah tangga dan ekonomi masyarakat. Ketiga, upaya rekonstitusi komunitas diakukan dengan  mereorganisasi masyarakat dan menggerakkan potensi desa berbasis alam dan pertanian; meningkatkan literasi-pengetahuan, skill, dan masyarakat berdaya; menghadirkan kesadaran dan definisi baru tentang masyarakat desa yang utuh. Perpustakaan Alam Integrasi-Interkoneksi perlu meningkatkan eksistensi melalui media baru, aspek sponsorship, struktur kelembagaan, status kelembagaan, memperluas keterlibatan pemuda dan peningkatan kapasitas produk layanan.   Kata Kunci; Perpustakaan Alam, Agensi, Rekonsitusi, Komunitas