Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS ALIRAN MATERIAL SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA DAMES DAMAI DENGAN METODE MATERIAL FLOW ANALYSIS (MFA): ANALISIS ALIRAN MATERIAL SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA DAMES DAMAI DENGAN METODE MATERIAL FLOW ANALYSIS (MFA) Akbar, Moh. Syazali; Agus, Putra Muliadi; Haerudin, Haerudin
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v3i2.33225

Abstract

Persoalan pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi perhatian lingkungan yang penting di wilayah pedesaan, termasuk di Dusun Sukadamai, Desa Dames Damai, Kecamatan Suralaga. Hingga saat ini, sebagian besar sampah rumah tangga belum terkelola dengan baik dan cenderung dibuang langsung ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik timbulan dan jenis sampah rumah tangga, menganalisis aliran material sampah dari sumber hingga ke tempat pembuangan akhir (TPA) menggunakan metode Material Flow Analysis (MFA), dan memberikan rekomendasi pengelolaan sampah berkelanjutan di Dusun Sukadamai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui pengukuran langsung timbulan dan jenis sampah, serta wawancara untuk memahami perilaku masyarakat dalam mengelola masing-masing jenis sampah. Sampel penelitian terdiri dari 22 kepala keluarga berpendapatan rendah yang mewakili kondisi rumah tangga di Dusun Sukadamai. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata timbulan sampah rumah tangga sebesar 39,77 kg/hari atau 435,5 liter/hari, dengan sampah makanan menjadi komponen dominan (32,3%) dan sampah B3 menjadi yang paling sedikit (0,4%). Berdasarkan analisis aliran material, sebagian besar sampah masih berakhir di lingkungan melalui pembuangan langsung dan pembakaran terbuka, sementara pengelolaan sampah yang dipilah atau didaur ulang masih sangat terbatas. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah tingkat rumah tangga belum optimal, sehingga direkomendasikan agar pemerintah desa membentuk kelompok pengelola sampah atau bank sampah dan menyusun peraturan desa (Perdes) yang mengatur tata kelola sampah dan tanggung jawab pengelolaan sampah tingkat rumah tangga.
Estimasi cadangankarbon Estimasi Cadangan Karbon Kwasan Bale Mangrove Sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim di Wilayah Pesissir Desa Jerowaru: estimasi cadangan karbon kawasan bale mangrove sebagai upaya mitigasi perubahan iklim febi utari, yenni; agus, putra muliadi; rahayu, dwi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v3i2.33268

Abstract

Global climate change is an instability of the earth's atmosphere that causes anomalies in numbers, air parameters, and temperature. Climate change is theaverage change in one element in a particular area. Increasingly significant global temperatures like this will have a very serious impact on the human environment. The main cause of climate change is largely due to human activities The purpose of this study was to determine the estimated carbon stocks of the mangrove bale area as an effort to mitigate climate change in Jerowaru Village. The method used was a quantitative descriptive method through measuring the stem diameter (DBH) with an allometric model approach to calculate above and belowground biomass, and then converted into carbon stocks. There were 4 (four) mangrove species found at the research location, namely Rhizopora apiculate, Rhizopora mucronata, Rhizopora stylosa, Sonneratia alba. The results of the biomass and carbon storage calculations where the species in the Jerowaru Village Mangrove Forest Area The most dominant species found were Rhizopora apicculata and Sonneratia alba. The total biomass of 7672.1 ton/ha trees has a carbon storage value of 191.8 ton/ha, with a total AGB of 28051071.15 ton/ha. The total biomass of 302,166 saplings has a carbon storage value of 7.55 ton/ha, with a total AGB of 1711440.11 ton/ha.