Anugerah Ash-shidiqqi, Ellectrananda
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengawasan Partisipatif Aktivitas Penambangan Pasir di Wates, Kabupaten Kediri: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengawasan Partisipatif Aktivitas Penambangan Pasir di Wates, Kabupaten Kediri Anugerah Ash-shidiqqi, Ellectrananda
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 3 No 2 (2025): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v3i2.3287

Abstract

Aktivitas penambangan pasir di Wates, Kediri, telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menimbulkan risiko lingkungan dan sosial yang signifikan. Kurangnya pengawasan dari otoritas formal serta lemahnya kapasitas masyarakat dalam memahami hak dan tanggung jawabnya terhadap lingkungan hidup, menjadikan aktivitas penambangan sering berjalan tanpa kendali dan menimbulkan degradasi lingkungan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesadaran warga sekitar melalui pendekatan pemberdayaan berbasis pengawasan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan literasi hukum dan lingkungan, pembentukan kelompok pemantau warga, serta penyusunan panduan lokal tentang praktik penambangan yang berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap aspek hukum penambangan dan perlindungan lingkungan, serta terbentuknya sistem pemantauan berbasis komunitas yang mulai berfungsi secara aktif. Keterlibatan langsung warga dalam proses pengawasan ini tidak hanya memperkuat kontrol sosial terhadap aktivitas tambang ilegal, tetapi juga mendorong terciptanya dialog antara masyarakat, pemerintah desa, dan pelaku usaha. Program ini menunjukkan bahwa pengawasan partisipatif merupakan strategi efektif dalam menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. Ke depan, model pemberdayaan ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa.