Indrafahrudi, Dio Wiratama
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keterkaitan Fatality Akibat Longsoran Pertambangan Batubara dengan Safety Maturity Level demi Peningkatan Kinerja Keselamatan Indrafahrudi, Dio Wiratama; Djunaidi, Zulkifli
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Issue in Progress)
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i01.4152

Abstract

Kecelakaan fatal sering kali menjadi indikator puncak dari kegagalan sistemik yang lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kematangan keselamatan (Safety Maturity Level - SML) suatu organisasi dengan terjadinya kecelakaan fatal melalui studi kasus kualitatif pada insiden longsor di Tambang PT X akhir 2018. Dengan mengadaptasi metode Design Failure Mode and Effects Analysis (DFMEA) untuk mengidentifikasi akar penyebab secara sistematis, penelitian ini memetakan temuan-temuan tersebut ke dalam kerangka teori SML oleh Hudson. Hasil analisis menunjukkan bahwa akar penyebab utama kecelakaan terletak pada kegagalan sistemik dalam perencanaan tambang, manajemen risiko, dan koordinasi antar perusahaan. Bukti-bukti ini secara kualitatif menempatkan SML organisasi pada tingkat reaktif. Diskusi lebih lanjut mengaitkan temuan ini dengan metode pengukuran formal oleh Kepdirjen Minerba No. 10.K/30/DJB/2023, yang menyoroti potensi diskoneksi antara skor kepatuhan formal dengan realitas budaya di lapangan. Studi ini menyimpulkan bahwa SML yang rendah berkorelasi langsung dengan terjadinya kecelakaan katastropik dan menyarankan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara model penilaian SML dengan kinerja lagging indicator di sektor pertambangan Indonesia. Perusahaan harus belajar dari perbaikan leading seperti yang ditemukan dalam hasil analisis investigasi, agar level reaktif bisa menjadi genaratif (compliance). Sehingga, organisasi akan menjadikan hal tersebut adalah sebuah sistem yang memiliki keberlanjutan yang baik dan kecelakaan serupa tidak terjadi kembali.