Al-Faqih, M. Habil
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Epistemologi Islam Sebagai Dasar Etika Pemanfaatan AI Di Era Society 5.0 Al-Faqih, M. Habil; Rusdiyanur, Rusdiyanur; Mukmin, Mukmin
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v5i6.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka epistemologi Islam sebagai dasar normatif dan moral dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di era Society 5.0. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research), penelitian ini menganalisis teori, konsep, serta hasil kajian ilmiah yang berkaitan dengan epistemologi Islam, maqāṣid al-syarīʿah, dan etika teknologi. Data diperoleh melalui penelusuran sistematis terhadap literatur akademik dari pangkalan data seperti Scopus, Springer, dan SINTA, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi Islam yang berlandaskan wahyu (al-waḥy), akal (‘aql), dan pengalaman empiris (tajribah) berhasil dirumuskan sebagai kerangka etika normatif bagi pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang berkeadilan, beramanah, dan berorientasi pada kemaslahatan. Model konseptual Epistemologi Tauhidi Terapan dirumuskan sebagai sintesis antara nilai-nilai maqāṣid al-syarīʿah seperti ḥifẓ al-dīn, ḥifẓ al-‘aql, dan ḥifẓ al-māl dengan prinsip etika teknologi modern, guna menjaga keseimbangan antara kemajuan sains dan tanggung jawab spiritual. Secara praktis, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan sistem etika AI yang Islami dapat diterapkan pada bidang pendidikan, kebijakan publik, dan tata kelola teknologi. Integrasi prinsip maqāṣid dalam mendesain algoritmik mendorong transparansi, akuntabilitas, serta pemerataan manfaat teknologi, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara ulama, akademisi, dan teknolog Muslim dalam membangun paradigma etika teknologi berbasis nilai tauhid dan keadilan sosial sebagai dasar menuju pemanfaatan AI yang berkeadaban spiritual.