Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sinergi Fandom K-POP Indonesia Pada Kegiatan Kemanusiaan BTS Army Indonesia Peduli Palestina Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma; Sekarpratiwi, Ruth Vidyadanu; Aswindaru, Widya Tri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2530

Abstract

This study explores the synergy of the Indonesian BTS Army fandom in a humanitarian initiative titled BTS Army Indonesia Cares for Palestine. The main issue examined is how the solidarity and collective synergy of this fandom can be analyzed using Raymond B. Cattell’s Group-Syntality Theory. The study employs a qualitative descriptive method with a case study approach and document analysis of various social media posts and mass media reports. The findings reveal that the Indonesian Army is not merely a K-pop fan group but also functions as an effective solidarity community. Within just four days, they successfully raised over IDR 1 billion for humanitarian aid to Palestine, with tangible distributions in the form of medical supplies, basic foodstuffs, and clean water. These results demonstrate that fandoms can possess significant synergistic power when driven by shared values, common goals, and intensive communication among members. In conclusion, fandom synergy, when collectively managed, can generate significant social impact and reinforces the relevance of Group-Syntality Theory in the context of digital group communication. Abstrak Penelitian ini membahas sinergi fandom BTS Army Indonesia dalam aksi kemanusiaan bertajuk BTS Army Indonesia Peduli Palestina. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana solidaritas dan sinergi kolektif fandom ini dapat dianalisis menggunakan Group-Syntality Theory dari Raymond B. Cattell. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis dokumentasi dari berbagai unggahan media sosial serta laporan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Army Indonesia tidak hanya sebagai kelompok penggemar K-pop, tetapi juga mampu bertindak sebagai komunitas solidaritas yang efektif. Dalam waktu empat hari, ARMY berhasil menggalang lebih dari Rp1 miliar untuk bantuan kemanusiaan di Palestina, dengan distribusi nyata berupa bantuan medis, sembako, dan air bersih. Temuan ini menunjukkan bahwa fandom dapat memiliki kekuatan sinergis yang besar ketika didorong oleh kesamaan nilai, tujuan, dan komunikasi intensif antaranggota. Kesimpulannya, sinergi dalam fandom, jika dikelola secara kolektif, mampu menghasilkan dampak sosial yang signifikan dan memperkuat relevansi teori Group-Syntality dalam konteks komunikasi kelompok digital.
Sinergi Fandom K-POP Indonesia Pada Kegiatan Kemanusiaan BTS Army Indonesia Peduli Palestina Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma; Sekarpratiwi, Ruth Vidyadanu; Aswindaru, Widya Tri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2530

Abstract

This study explores the synergy of the Indonesian BTS Army fandom in a humanitarian initiative titled BTS Army Indonesia Cares for Palestine. The main issue examined is how the solidarity and collective synergy of this fandom can be analyzed using Raymond B. Cattell’s Group-Syntality Theory. The study employs a qualitative descriptive method with a case study approach and document analysis of various social media posts and mass media reports. The findings reveal that the Indonesian Army is not merely a K-pop fan group but also functions as an effective solidarity community. Within just four days, they successfully raised over IDR 1 billion for humanitarian aid to Palestine, with tangible distributions in the form of medical supplies, basic foodstuffs, and clean water. These results demonstrate that fandoms can possess significant synergistic power when driven by shared values, common goals, and intensive communication among members. In conclusion, fandom synergy, when collectively managed, can generate significant social impact and reinforces the relevance of Group-Syntality Theory in the context of digital group communication. Abstrak Penelitian ini membahas sinergi fandom BTS Army Indonesia dalam aksi kemanusiaan bertajuk BTS Army Indonesia Peduli Palestina. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana solidaritas dan sinergi kolektif fandom ini dapat dianalisis menggunakan Group-Syntality Theory dari Raymond B. Cattell. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis dokumentasi dari berbagai unggahan media sosial serta laporan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Army Indonesia tidak hanya sebagai kelompok penggemar K-pop, tetapi juga mampu bertindak sebagai komunitas solidaritas yang efektif. Dalam waktu empat hari, ARMY berhasil menggalang lebih dari Rp1 miliar untuk bantuan kemanusiaan di Palestina, dengan distribusi nyata berupa bantuan medis, sembako, dan air bersih. Temuan ini menunjukkan bahwa fandom dapat memiliki kekuatan sinergis yang besar ketika didorong oleh kesamaan nilai, tujuan, dan komunikasi intensif antaranggota. Kesimpulannya, sinergi dalam fandom, jika dikelola secara kolektif, mampu menghasilkan dampak sosial yang signifikan dan memperkuat relevansi teori Group-Syntality dalam konteks komunikasi kelompok digital.
Pengaruh Marketing Public Relations “Love Avoskin Love Earth” Terhadap Persepsi Merek Generasi-Z Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma; Triyanti, Adelia Dias; Putri, Devy Anggita
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2397

Abstract

This study aims to analyze the impact of “Love Avoskin Love Earth” Marketing Public Relations (MPR) on generation Z’s brand perception and evaluate gender as a moderating variable. Conducted in Surabaya with 100 generation z respondents, data were collected using questionnaires. Simple linear regression and moderated analysis (MRA) were employed for analysis. Linear regression result indicate a positive effect of MPR on brand perception (Adjusted R2 = 0,276), contributing 27,6% to brand perception variance, with 72,4% attributed to other factors. MRA confirms gender as a pure moderator, with significant interaction between MPR and gender (Adjusted R2 =0,301), though gender does not directly affect brand perception. In conclusion, the “Love Avoskin Love Earth” campaign effectively enhances an environmentally friendly brand image through sustainability education and brand ambassador collaboration, boosting generation z’s trust and loyalty. Recommendations include tailoring MPR strategies to gender preferences to maximize brand perception impact. Other companies are encouraged to adopt similar sustainable marketing communication approaches. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing public relations (MPR) “Love Avoskin Love Earth” terhadap persepsi merek Generasi Z dan mengevaluasi peran gender sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan di Surabaya dengan melibatkan 100 responden Generasi Z, menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis melalui regresi linier sederhana dan moderated regression analysis (MRA). Hasil regresi linier menunjukkan MPR berpengaruh positif terhadap persepsi merek (Adjusted R2 = 0,276), atau menyumbang 27,6 % pengaruh dan 72,4 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Analisis MRA mengonfirmasi gender sebagai moderator murni, dengan interaksi MPR dan gender signifikan (Adjusted R2 = 0,301), meskipun gender tidak secara langsung mempengaruhi persepsi merek. Kesimpulannya, kampanye “Love Avoskin Love Earth” efektif memperkuat citra merek ramah lingkungan melalui edukasi keberlanjutan dan kolaborasi brand ambassador, meningkatkan kepercayaan dan loyalitas Generasi Z. Saran, Avoskin perlu menyesuaikan strategi MPR berdasarkan preferensi gender untuk memaksimalkan dampak persepsi merek. Perusahaan lain disarankan juga mengadopsi pendekatan serupa untuk komunikasi pemasaran berkelanjutan.
Pengaruh Marketing Public Relations “Love Avoskin Love Earth” Terhadap Persepsi Merek Generasi-Z Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma; Triyanti, Adelia Dias; Putri, Devy Anggita
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2397

Abstract

This study aims to analyze the impact of “Love Avoskin Love Earth” Marketing Public Relations (MPR) on generation Z’s brand perception and evaluate gender as a moderating variable. Conducted in Surabaya with 100 generation z respondents, data were collected using questionnaires. Simple linear regression and moderated analysis (MRA) were employed for analysis. Linear regression result indicate a positive effect of MPR on brand perception (Adjusted R2 = 0,276), contributing 27,6% to brand perception variance, with 72,4% attributed to other factors. MRA confirms gender as a pure moderator, with significant interaction between MPR and gender (Adjusted R2 =0,301), though gender does not directly affect brand perception. In conclusion, the “Love Avoskin Love Earth” campaign effectively enhances an environmentally friendly brand image through sustainability education and brand ambassador collaboration, boosting generation z’s trust and loyalty. Recommendations include tailoring MPR strategies to gender preferences to maximize brand perception impact. Other companies are encouraged to adopt similar sustainable marketing communication approaches. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing public relations (MPR) “Love Avoskin Love Earth” terhadap persepsi merek Generasi Z dan mengevaluasi peran gender sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan di Surabaya dengan melibatkan 100 responden Generasi Z, menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis melalui regresi linier sederhana dan moderated regression analysis (MRA). Hasil regresi linier menunjukkan MPR berpengaruh positif terhadap persepsi merek (Adjusted R2 = 0,276), atau menyumbang 27,6 % pengaruh dan 72,4 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Analisis MRA mengonfirmasi gender sebagai moderator murni, dengan interaksi MPR dan gender signifikan (Adjusted R2 = 0,301), meskipun gender tidak secara langsung mempengaruhi persepsi merek. Kesimpulannya, kampanye “Love Avoskin Love Earth” efektif memperkuat citra merek ramah lingkungan melalui edukasi keberlanjutan dan kolaborasi brand ambassador, meningkatkan kepercayaan dan loyalitas Generasi Z. Saran, Avoskin perlu menyesuaikan strategi MPR berdasarkan preferensi gender untuk memaksimalkan dampak persepsi merek. Perusahaan lain disarankan juga mengadopsi pendekatan serupa untuk komunikasi pemasaran berkelanjutan.