Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Arahan Perencanaan Pembangunan Kawasan Pertanian Terpadu Berbasis Agro-Technopark Untuk Meningkatkan Daya Saing Wilayah Iskariyanto, Iskariyanto; Aksa, Kamran; Salim, Agus
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7628

Abstract

Pengembangan sektor pertanian berbasis inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing wilayah, terutama di kawasan dengan potensi agraris tinggi seperti Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi faktor-faktor kendala dalam perencanaan kawasan pertanian terpadu berbasis Agro-Technopark, dan (2) menyusun strategi pengembangan kawasan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 100 responden dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak AMOS 24 untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dan diperkuat dengan analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Hasil analisis SEM mengidentifikasi lima faktor penghambat utama yang berpengaruh signifikan, yaitu: (1) Pemahaman dan Kapasitas SDM Pertanian (X1), (2) Persepsi terhadap Produktivitas Sistem (X2), (3) Kesesuaian Model dengan Ekosistem Lokal (X3), (4) Pendekatan Komprehensif dan Integralistik (X6), dan (5) Dukungan Kebijakan Pembangunan Pertanian (X7). Sementara itu, dua faktor, yaitu Integrasi Potensi Lokal (X4) dan Kelembagaan dan Integrator Sistem (X5), memiliki pengaruh yang lemah. Model SEM dinyatakan good fit yang menunjukkan bahwa strategi utama yang harus diambil adalah strategi ofensif. Strategi inti yang dirumuskan meliputi: (1) Mengembangkan Agro-Technopark sebagai pusat inovasi daerah berbasis komoditas unggulan (padi, kakao, hortikultura) dengan memanfaatkan dukungan kebijakan nasional (SIDa) dan daerah (RPJMD); (2) Meningkatkan riset dan penerapan smart farming melalui kolaborasi Triple Helix; (3) Mendorong investasi hijau dan hilirisasi produk pertanian lokal; serta (4) Menjadikan kawasan sebagai model sustainable agroecosystem yang mendukung agenda ekonomi hijau.Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa penguatan faktor internal, khususnya kapasitas SDM dan dukungan kebijakan, serta pemanfaatan peluang eksternal berupa kebijakan nasional dan potensi pasar, merupakan kunci sukses pengembangan kawasan. Implementasi strategi yang diusulkan diharapkan dapat mentransformasi Kecamatan Andowia menjadi kawasan pertanian modern, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi model pengembangan Agro-Technopark di wilayah timur Indonesia. Developing an innovation-based agricultural sector is key to enhancing regional competitiveness, especially in areas with high agricultural potential like Andowia District, North Konawe Regency. This research aims to (1) identify the limiting factors in integrated agricultural area planning based on Agro-Technopark, and (2) develop competitive and sustainable area development strategies. This research uses a mixed methods approach that integrates quantitative and qualitative analysis. Quantitative data was collected thru questionnaires administered to 100 respondents and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 24 software to test causal relationships between variables. Qualitative data was obtained from in-depth interviews, field observations, and document studies, which were then analyzed thematically and strengthened with SWAT analysis to formulate strategies. The results of the SEM analysis identified five major inhibiting factors that had a significant impact, namely: (1) Understanding and Capacity of Agricultural Human Resources (X1), (2) Perception of System Productivity (X2), (3) Model Suitability with the Local Ecosystem (X3), (4) Comprehensive and Integralistic Approach (X6), and (5) Support for Agricultural Development Policies (X7). Meanwhile, two factors, namely Local Potential Integration (X4) and System Institutions and Integrators (X5), had a weak influence. The SEM model is considered a good fit indicating that the main strategy to be adopted is an offensive strategy. The core strategies formulated include: (1) Developing an Agro-Technopark as a regional innovation center based on superior commodities (rice, cocoa, horticulture) by leveraging national (SIDa) and regional (RPJMD) policy support; (2) Enhancing research and the application of smart farming thru Triple Helix collaboration; (3) Promoting green investment and downstream processing of local agricultural products; and (4) Establishing the area as a model sustainable agroecosystem that supports the green economy agenda. The conclusion of this study emphasizes that strengthening internal factors, particularly human resource capacity and policy support, as well as capitalizing on external opportunities such as national policies and market potential, are key to the successful development of the region. The implementation of the proposed strategy is expected to transform Andowia District into a modern, competitive, and sustainable agricultural area, while also serving as a model for the development of Agro-Technoparks in eastern Indonesia.