Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pariwisata Bahari Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Nabire: Studi Kasus: Wisata Pantai Gedo Banne, Yulius; Saleh, Haeruddin; Djahid, Jamaluddin
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan pariwisata bahari terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dengan studi kasus pada kawasan wisata Pantai Gedo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh potensi besar Pantai Gedo sebagai destinasi wisata bahari yang belum memberikan kontribusi optimal terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods yang menggabungkan analisis kuantitatif dengan model Structural Equation Modeling (SEM) serta wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman holistik terhadap fenomena sosialekonomi di kawasan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah kunjungan wisatawan, investasi di sektor pariwisata, dan jumlah usaha wisata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan PAD Kabupaten Nabire. Selain itu, ditemukan bahwa partisipasi masyarakat lokal, dukungan pemerintah daerah, dan kualitas infrastruktur merupakan faktor kunci yang memperkuat hubungan antara pengembangan wisata dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala seperti lemahnya tata kelola destinasi, keterbatasan anggaran, dan rendahnya promosi wisata yang menghambat optimalisasi potensi pariwisata bahari. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal. Penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan infrastruktur dan promosi destinasi menjadi strategi utama untuk mewujudkan kontribusi nyata pariwisata bahari terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Nabire. This study aims to analyze the influence of marine tourism development on regional economic growth, with a case study of Gedo Beach, Nabire Regency, Central Papua Province. The research is motivated by the substantial potential of Gedo Beach as a marine tourism destination that has yet to make an optimal contribution to increasing local revenue and improving community welfare. A mixedmethods approach was applied, combining quantitative analysis through Structural Equation Modeling (SEM) and qualitative interviews to provide a comprehensive understanding of the socioeconomic dynamics in the study area. The results reveal that the number of tourist visits, tourism investment, and the growth of tourismrelated businesses have a positive and significant impact on the increase of local government revenue (PAD). Moreover, local community participation, government support, and infrastructure quality are identified as key factors that strengthen the relationship between tourism development and regional economic growth. Nevertheless, several challenges remain, including weak destination management, limited budgets, and inadequate tourism promotion. The study concludes that sustainable tourism management requires strong collaboration between local government, communities, and business actors. Policy implications highlight the need for institutional strengthening, human resource capacity development, and infrastructure improvement to ensure that marine tourism contributes effectively to inclusive and sustainable economic growth in Nabire Regency.
Strategi Peningkatan Partisipasi Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Kawasan Wisata Berkelanjutan Di Pantai Gedo Kabupaten Nabire Mustakdir, Mustakdir; Bahri, Syamsul; Djahid, Jamaluddin
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7631

Abstract

Pariwisata berkelanjutan merupakan paradigma pembangunan yang mengintegrasikan tiga pilar utama: ekonomi, sosialbudaya, dan lingkungan hidup. Namun, pada kawasan Pantai Gedo di Kabupaten Nabire, partisipasi masyarakat adat masih rendah dalam pengelolaan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat adat dan merumuskan strategi peningkatan partisipasi mereka dalam pengelolaan kawasan wisata berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan wawancara dengan masyarakat serta pemangku kepentingan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan antar variabel, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kepercayaan terhadap pengelola, dukungan kelembagaan, dan pengetahuan lokal merupakan determinan utama partisipasi masyarakat adat. Strategi yang direkomendasikan adalah memperkuat kelembagaan adat dalam tata kelola wisata, meningkatkan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pelatihan, serta membangun mekanisme kolaboratif antara pemerintah dan komunitas adat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan model pengelolaan wisata berkelanjutan berbasis masyarakat adat di Papua. Sustainable tourism represents a development paradigm that integrates three main pillars: economic, sociocultural, and environmental. However, in Gedo Beach, Nabire Regency, the participation of indigenous communities in tourism management remains low. This study aims to analyze the factors influencing indigenous community participation and to formulate strategies to enhance their involvement in sustainable tourism area management. The research employs a mixedmethod approach combining quantitative and qualitative methods. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews with local communities and stakeholders. Data analysis used Structural Equation Modeling (SEM) to test variable relationships and SWOT analysis to determine strategic recommendations. The results show that trust in management, institutional support, and local knowledge are the dominant factors influencing participation. The main strategies proposed include strengthening indigenous institutions in tourism governance, enhancing community capacity through education and training, and fostering collaborative mechanisms between government and indigenous communities. These findings contribute to developing a sustainable tourism management model based on indigenous participation in Papua.