Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Penguatan Fungsi Dan Distribusi Ruang Terbuka Hijau Berbasis Spasial Dalam Perencanaan Tata Ruang Perkotaan Nabire Lamba, Naska; Aksa, Kamran; Amri, Erwin
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Urban and Regional Studies Journal, Desember 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i1.7632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting RTH serta merumuskan strategi penguatan fungsi dan distribusi RTH berbasis spasial dalam mendukung perencanaan tata ruang Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengidentifikasi luasan, tipologi, dan distribusi RTH, serta analisis SWOT untuk merumuskan strategi penguatan fungsi ekologis, sosial, dan estetika RTH. Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, telaah dokumen RTRW, dan wawancara dengan pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitatif luas RTH di Kota Nabire telah memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, yaitu sekitar 30% dari total luas wilayah. Namun secara spasial, distribusinya belum merata dan masih terkonsentrasi di wilayah pusat kota, sementara kawasan permukiman padat dan pinggiran kota memiliki keterbatasan akses terhadap ruang hijau publik. Dari hasil analisis SWOT diperoleh strategi utama penguatan RTH, yaitu optimalisasi pemanfaatan lahan potensial melalui perencanaan spasial adaptif, peningkatan kualitas dan fasilitas RTH publik, integrasi RTH dalam kebijakan tata ruang, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pengelolaan ruang hijau. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pengelolaan RTH berbasis spasial merupakan strategi penting dalam mewujudkan kota Nabire yang berkelanjutan, berkeadilan spasial, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan pengelolaan ruang terbuka hijau yang terintegrasi dengan perencanaan tata ruang wilayah. This research aims to analyze the existing conditions of green open spaces and formulate strategies for strengthening the function and spatial distribution of green open spaces to support spatial planning in Nabire City, Central Papua Province. The method used is a descriptive qualitative approach supported by spatial analysis based on Geographic Information Systems (GIS) to identify the area, typology, and distribution of green open spaces (GOS), as well as SWAT analysis to formulate strategies for strengthening the ecological, social, and esthetic functions of GOS. Research data were obtained thru field observations, review of regional spatial planning documents, and interviews with relevant stakeholders. The research results show that quantitatively, the area of green open space in Nabire City has met the provisions of Law Number 26 of 2007, which is approximately 30% of the total area. However, spatially, its distribution is not yet even and is still concentrated in the central city area, while densely populated residential areas and the suburbs have limited access to public green spaces. From the SWAT analysis results, the main strategy for strengthening green open spaces was obtained, namely optimizing the utilization of potential land thru adaptive spatial planning, improving the quality and facilities of public green open spaces, integrating green open spaces into spatial planning policies, and strengthening collaboration between the government and the community in green space management. This research confirms that a spatial-based green space management approach is an important strategy for realizing a sustainable, spatially just, and environmentally adaptive city of Nabire. This finding is expected to serve as a reference for local governments in formulating policies for green open space management that are integrated with regional spatial planning.