Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh urban sprawl terhadap densifikasi permukiman di wilayah peri-urban Kota Bulukumba serta mengidentifikasi strategi pengendaliannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah mixed methods, dengan analisis kuantitatif melalui uji statistik dan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam serta studi kebijakan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urban sprawl memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap densifikasi permukiman (koefisien regresi -1,974; sig = 0,001). Artinya, semakin tinggi tingkat penyebaran pembangunan horizontal, semakin rendah tingkat kepadatan permukiman di wilayah peri-urban. Fenomena ini diperparah oleh lemahnya implementasi kebijakan tata ruang, maraknya konversi lahan pertanian, dan minimnya infrastruktur dasar. Strategi pengendalian yang direkomendasikan meliputi penguatan RTRW/RDTR berbasis prinsip smart growth, penerapan konsep compact city, pengawasan konversi lahan produktif, serta pemberian insentif bagi pembangunan vertikal di pusat kota. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara kebijakan tata ruang, pembangunan berkelanjutan, dan partisipasi masyarakat untuk mencegah munculnya kawasan padat tidak terencana di wilayah peri-urban Bulukumba. This study aims to analyze the effect of urban sprawl on residential densification in the peri-urban area of Bulukumba City and to identify appropriate control strategies. A mixed-methods approach was employed, combining quantitative statistical analysis with qualitative assessments through interviews and spatial planning policy reviews. The results reveal that urban sprawl has a negative and significant influence on residential densification (regression coefficient = -1.974; p = 0.001). This indicates that greater horizontal expansion of urban development corresponds to lower housing density in peri-urban areas. The phenomenon is exacerbated by weak spatial policy enforcement, extensive land conversion from agriculture, and insufficient basic infrastructure. Recommended control strategies include strengthening spatial planning instruments (RTRW/RDTR) based on smart growth and compact city principles, regulating land conversion, and providing incentives or vertical housing development in city centers. The findings highlight the necessity of integrating spatial planning policies, sustainable development principles, and community participation to prevent the emergence of unplanned dense settlements in Bulukumba’s peri-urban zones.