Maulida, Arbia Faza
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMEN (TGT) BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Maulida, Arbia Faza; Rohim, Dhina Cahya; Abshor, Devy Aufia
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.8277

Abstract

This study aims to explore the use of the Teams Games Tournament (TGT) learning model based on the traditional game congklak to enhance the critical mathematical thinking skills of elementary school students. The research employs a quantitative method with a quasi- experimental design, involving two experimental groups from two elementary schools in Kudus Regency, Central Java. The study was conducted by administering pretests and posttests to measure the improvement in students' critical thinking abilities after the implementation of the learning model supported by the traditional game congklak. The results indicate that the use of the TGT model, supported by congklak, significantly improved students' critical thinking skills, with the posttest average score of the experimental group 1 (83.9) being higher than the posttest average score of experimental group 2 (78.0). Furthermore, the paired sample t-test results show a very low significance value (0.000), indicating a significant improvement in students' critical thinking skills after the implementation of the model. This study recommends that teachers integrate traditional games as a learning medium that is not only enjoyable but also effective in enhancing students' critical thinking abilities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbasis permainan tradisional congklak dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, yang melibatkan dua kelompok eksperimen pada dua sekolah dasar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan setelah penerapan model pembelajaran berbasis permainan tradisional congklak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Teams Games Tournament (TGT) yang didukung oleh permainan congklak mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan nilai rata- rata posttest kelompok eksperimen 1 (83,9) yang lebih tinggi dibandingkan kelompok eksperimen 2 (78,0). Selain itu, hasil uji paired sample t-test menunjukkan signifikansi yang sangat rendah (0,000), yang mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa setelah penerapan model tersebut. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi guru untuk mengintegrasikan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.