Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psychoeducation Self-Awareness melalui Aplikasi Digital Reconnect Untuk Mendukung Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Ainurizan Ridho Rahmatullah; Kurniawan, Luky; Natri Sutanti; Nur Sholehah Dian Saputri; Cindy Okta Melinda; Anggie Kurniawati
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3209

Abstract

Banyak siswa belum memiliki kesadaran diri dalam menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, padahal hal ini penting bagi mereka. Sekolah lebih menekankan pencapaian akademik dibandingkan penguatan karakter. Kurangnya keterlibatan keluarga dalam pembentukan karakter, akibat kesibukan orang tua bekerja, turut memperlemah proses ini. Lingkungan dan teknologi dapat memberikan pengaruh negatif sekaligus positif terhadap siswa. Oleh karena itu pengabdian ini bertujuan untuk menggunakan aplikasi reconnect dalam bentuk psychoeducation self-awareness untuk pengembangan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Metode pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari 5 tahapan yakni tahap koordinasi dan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Mitra dalam pengabdian ini adalah salah satu SMP di Kabupaten Sleman dengan jumlah peserta 54 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan telah memenuhi target yakni lebih dari 80% siswa memiliki skor post-test lebih dari 70. Bahkan rata-rata nilai dari 54 siswa yang mengikuti kegiatan juga termasuk sangat baik yakni 8,78 dan diharapkan pengabdian ini dapat dikembangkan pada topik yang sama atau yang lebih luas. Hal ini menunjukkan bahwa psikoeducation self-awaress melalui aplikasi Reconnect dapat mendukung program tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
TRADITIONAL COPING WITH MENTAL DISORDERS: A SUMBAWA COMMUNITY PERSPECTIVE Arcellya Nova Arditha; Ainurizan Ridho Rahmatullah
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i1.2729

Abstract

Mental health issues in Indonesia are increasing, but treatment is often constrained by local culture values. This study aims to describe why traditional coping strategies are chosen by the Sumbawa community in dealing with mental disorder. Using a qualitative phenomenological design, the study involved three participants in Sumbawa regency who had experience with traditional treatment, with data analyzed using the Miles and Huberman. The results identified three main thems: the understanding of mental disorder as a spiritual problem or inner disharmony (Sala ingin), treatment constraints in the form of social stigma and minimal professional service, and the communitys strogr preference for the Sandro figure as a culturally based coping strategy. Sandro is seen as having spiritual authority aligned with hereditary belifes. This coping practice is realized throught traditional ritual and herbal remedies integrate with community social support, confirming that traditional coping is an integral adaptive system shaped by local belifes and structural barriers.