Transportasi jalan menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) melalui pembakaran bahan bakar ketika kendaraan bergerak maupun berhenti dengan mesin menyala. Inventarisasi emisi diperlukan untuk mendukung pengelolaan transportasi yang sesuai dengan karakteristik lokal. Penelitian ini bertujuan mengestimasi emisi CO₂ kendaraan bermotor di Jalan Basuki Rahmat, Kabupaten Bojonegoro, serta merumuskan rekomendasi pengurangan emisi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggabungkan estimasi emisi kendaraan pada kondisi stasioner dan bergerak. Data dikumpulkan melalui penghitungan kendaraan selama 24 jam dengan interval 15 menit pada lima hari pengamatan, yaitu Minggu, Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu, selama Juni 2025. Perhitungan mempertimbangkan jenis kendaraan, konsumsi bahan bakar, durasi stasioner, jarak tempuh, dan faktor emisi. Hasil penelitian menunjukkan volume kendaraan berkisar antara 983–1.388 unit per hari, dengan dominasi sepeda motor sedang. Estimasi emisi harian berkisar antara 617,792–860,817 kg CO₂, dengan emisi terendah pada Minggu dan tertinggi pada Senin. Rata-rata emisi mencapai 765,743 kg CO₂ per hari, sedangkan estimasi tahunan mencapai 279,496 ton CO₂. Emisi stasioner mendominasi pada seluruh kelompok kendaraan selain sepeda motor, menunjukkan pentingnya pengelolaan waktu berhenti. Penelitian menyimpulkan bahwa pengurangan emisi perlu diarahkan pada efisiensi bahan bakar, pengurangan durasi stasioner, dan perbaikan perilaku berkendara. Estimasi tahunan merupakan ekstrapolasi pengamatan terbatas yang dapat digunakan sebagai inventarisasi awal untuk mendukung perencanaan transportasi rendah karbon.