This Author published in this journals
All Journal Agro Tatanen
Andrian, Jeefry
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI KOTORAN ITIK TERHADAP PERTUMBUHAN AZOLLA PINNATA Megawati Bohari; Bohari, Megawati; Marwan, Agung Primatara; Rinaldo, Reko; Noprizal; Andrian, Jeefry
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/gcenjf21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi kotoran itik terhadap pertumbuhan Azolla pinnata serta menentukan dosis optimal yang mampu memberikan pertumbuhan terbaik tanpa menurunkan kualitas media budidaya. Penelitian dilaksanakan dengan lima perlakuan, yaitu A1 (tanpa kotoran itik), A2 (20% kotoran itik + 80% tanah), A3 (30% kotoran itik + 70% tanah), A4 (40% kotoran itik + 60% tanah), dan A5 (50% kotoran itik + 50% tanah), dengan dosis awal Azolla pinnata sebanyak 200 g/m². Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pemberian kotoran itik memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap laju pertumbuhan Azolla pinnata (P<0,01). Perlakuan A3 memberikan hasil terbaik dengan peningkatan biomassa tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Kotoran itik mengandung unsur hara utama seperti nitrogen (3,40–4,42%), fosfor (15,54–17,20%), dan kalium (8,50–8,63%) yang berperan penting dalam proses fotosintesis serta pembentukan jaringan tanaman. Kandungan nutrisi tersebut mendukung percepatan pembelahan sel dan peningkatan kadar klorofil, sehingga pertumbuhan Azolla pinnata menjadi lebih cepat. Dibandingkan dengan jenis pupuk organik lain seperti kotoran ayam, sapi, atau kompos, kotoran itik memiliki kandungan hara yang lebih tinggi dan lebih mudah diserap oleh tanaman air. Oleh karena itu, kombinasi 30% kotoran itik dan 70% tanah dapat direkomendasikan sebagai komposisi optimal untuk pertumbuhan Azolla pinnata, serta berpotensi dikembangkan sebagai sumber pupuk organik ramah lingkungan dalam sistem pertanian berkelanjutan.