This Author published in this journals
All Journal JURNAL HUTAN TROPIS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRODUKTIVITAS KEGIATAN DEBARKING DENGAN PENGGUNAAN DEBARK PONTON DARAT DI PT. RAPP ESTATE PELALAWAN Suhada, Nur; Lestari, Ika; Sribudiani, Evi; Somadona, Sonia; Satria, Bima Danu; Pakpahan, Thania Eunike
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 4 (2025): Jurnal Hutan Tropis Volume 13 Nomer 4 Edisi Desember 2025
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v13i4.24175

Abstract

Kegiatan debarking atau pengupasan kulit kayu merupakan tahapan penting dalam pemanenan dan pengolahan kayu karena memengaruhi kualitas bahan baku serta efisiensi proses berikutnya. Di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Estate Pelalawan, penggunaan Debark Ponton Darat (DPD) dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan membandingkan produktivitas dan efisiensi metode celup dan metode langsung dalam proses debarking menggunakan DPD. Pengamatan lapangan dilakukan pada 15 siklus kerja untuk masing-masing metode dengan parameter jumlah kayu per siklus, volume produksi, waktu kerja, dan produktivitas alat. Hasil pengukuran dibandingkan dengan standar perusahaan (10,82 m³/jam) guna mengetahui tingkat efisiensi. Metode celup menunjukkan rata-rata waktu siklus 5,06 menit, produktivitas 0,23 m³/menit, dan efisiensi 128% dibanding standar. Sementara itu, metode langsung mencatat waktu siklus lebih singkat 4,06 menit, produktivitas 0,399 m³/menit, dan efisiensi 221%, hampir dua kali lipat lebih tinggi daripada metode celup. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa metode langsung lebih cocok untuk kondisi operasional yang menuntut kecepatan dan volume produksi tinggi, sedangkan metode celup tetap relevan untuk kayu dengan kulit tebal atau kondisi khusus. Secara keseluruhan, penerapan DPD terbukti meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses debarking di PT RAPP. Kedua metode memiliki karakteristik berbeda namun dapat saling melengkapi sesuai kondisi lapangan. Dalam kasus tertentu, kayu yang sulit dikupas memerlukan perlakuan awal dengan metode celup untuk mempermudah pengupasan. Peningkatan produktivitas dan efisiensi ini mendukung strategi perusahaan dalam mencapai target produksi pulp nasional, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, serta meningkatkan kualitas dan keberlanjutan operasional.