Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Mechanisms of Instrumental Music Playing in Preserving Cognitive Function in Adulthood Almuthiiah, Khadijah; Bayanaka, Aldhiya Azmy; Dewi, Artu Alycia Laksmi; Andiyani, Dinda Zahra Putri; Alkautsar, Mohammad Saddam; Harahap, Herpan Syafii; Briliansy, Briliansy
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.10833

Abstract

Adulthood is divided into three stages: young adulthood, middle adulthood, and older adulthood. Middle adulthood (40-65 years) is the phase where the balance between growth and neurocognitive development begins. In this phase, prevention of cognitive decline is necessary by strengthening cognitive reserves through brain stimulation through musical activities. This study used a literature review method. In this article, we conducted a search using electronic databases such as PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and the National Institute of Health (NIH). The review found that playing music can increase dopamine in the reward system and inhibit the hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis, which can improve motivation, attention, memory, and learning processes, thus strengthening cognitive function. Findings from Balinese gamelan and flute players indicate increased alpha and beta brainwave activity, which stimulate executive function, memory, and motivation. Therefore, playing traditional Indonesian music has the potential to improve cognitive abilities as a form of prevention of neurodegenerative disorders in adulthood. It was recommended that playing music in middle adulthood will improve cognitive function by playing traditional music.
Penyuluhan Edukatif Pada Pasien dan Keluarga di Poli Saraf RSUD Provinsi NTB: Peringatan World Alzheimer’s Day sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Demensia Arigi, Lalu Ahmad Gamal; Pasaribu, Marthin Fernandes; Suwaji, Lalu Arista; Alkautsar, Mohammad Saddam; Amalia, Afdelina Rizky; Noururrifqiyati, Siti; Harahap, Herpan Syafii; Rianawati, Sri Budhi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i2.10271

Abstract

Penyakit Alzheimer dan demensia menimbulkan beban kesehatan masyarakat yang signifikan secara global, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia. Diperkirakan sekitar 57 juta orang hidup dengan demensia pada tahun 2021, dan jumlah ini diproyeksikan terus meningkat seiring pertambahan usia harapan hidup. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai gejala, penatalaksanaan, serta peran keluarga dalam perawatan seringkali memperberat beban pasien dan pengasuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan interaktif mengenai Alzheimer dan demensia yang dilaksanakan di Poli Saraf RSUD Provinsi NTB. Kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah interaktif dan diskusi bersama, melibatkan 20 peserta yang terdiri dari 10 pasien dan 10 keluarga atau pengasuh. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai meningkat dari 3,7 menjadi 5,0, serta perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0,006). Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan interaktif dapat meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai Alzheimer dan demensia, sekaligus memperkuat kesiapan dalam menghadapi perawatan jangka panjang. Edukasi yang berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan mendukung kualitas hidup pasien serta keluarganya.