Persaingan bisnis semakin ketat mengakibatkan PT. XYZ (Perusahaan Distributor dan Logistik) mulai menyatukan proses bisnisnya. Dengan bentuk koordinasi yang kompleks dan saling bergantungan akan muncul risiko dalam supply, operational, dan demand. Oleh karena itu dilakukan penelitian Supply Chain Management Downstream (SCMD) yang bertujuan untuk menunjang kelancaran bisnisnya. Pada riset awal terindetifikasi 44 risiko, tereliminir menjadi 36 risiko (kriteria) yang melalui Focus Group Discussion (FGD). Dari FGD dihasilkan hubungan antar kriteria dan perbandingan antar kriteria dengan metode Analytical Netrwork Process (ANP) dihasilkan 5 risiko dengan nilai prioritas terbesar. Dari kelima risiko tersebut diperlukan strategi manajemen risiko pengalihan dan pengurangan, serta tindakan penanangan. Tindakan dari strategi manajemen risiko pengalihan yaitu dengan mencari notaris yang kompeten dalam perjanjian antar perusahaan dan merekrut lawyer yang sudah memiliki ijin profesi. Tindakan strategi manajemen risiko pengurangan yaitu dengan mendesain penataan produk dalam pengangkutan agar produk tidak rusak. Usulan mengurangi jumlah cacat produk saat pengiriman, digunakan metode Less Container Load (LCL) dan Box Compression Test (BCT) pada truck Mitsubishi T 200 SS. Dengan metode LCL dan BCT dihasilkan 2 skenario yaitu susunan box produk terbaik dari masing-masing jumlah produk serta kombinasi ketujuh jenis produk. Usulan perbaikannya yaitu melalui simulasi dari kedua skenario diatas.