Perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian Indonesia, yang memainkan peran penting dalam ketahanan pangan nasional. Climate Smart Agriculture (CSA) diperkenalkan sebagai pendekatan integratif untuk meningkatkan produktivitas pertanian, adaptasi terhadap perubahan iklim, dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan utama dalam implementasi CSA di Indonesia, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun teknis, serta merumuskan strategi solusi berbasis analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk menganalisis literatur terkait, diintegrasikan dengan analisis SWOT untuk menghasilkan strategi implementasi. Hambatan utama yang ditemukan mencakup literasi teknologi yang rendah, keterbatasan finansial, infrastruktur digital yang belum memadai, dan resistensi sosial terhadap inovasi. Strategi SO (Strengths-Opportunities) menekankan optimalisasi kebijakan pemerintah dan kolaborasi dengan sektor swasta. Strategi ST (Strengths-Threats) difokuskan pada pengurangan resistensi sosial melalui pendekatan berbasis komunitas. Strategi WO (Weaknesses-Opportunities) melibatkan peningkatan literasi teknologi petani, sementara strategi WT (Weaknesses-Threats) menargetkan penguatan infrastruktur digital di pedesaan. Penelitian ini memberikan panduan strategis untuk meningkatkan efektivitas implementasi CSA guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim. Kata kunci: analisis SWOT, Climate Smart Agriculture.