Infrastruktur jalan merupakan elemen kritikal dalam mendukung mobilitas, distribusi ekonomi, dan konektivitas sosial masyarakat. Jalan Raya Buduran di Sidoarjo telah mengalami kerusakan struktural yang signifikan akibat volume lalu lintas tinggi dan pemeliharaan yang tidak memadai, sehingga memerlukan rekonstruksi perkerasan. Penelitian ini menganalisis desain perkerasan kaku (beton) dan lentur (aspal) menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2017 dan Pedoman Perencanaan Pd T-14-2003. Data lapangan dikumpulkan melalui survei lalu lintas (LHR—Lalu Lintas Harian Rata-Rata) dan penyelidikan tanah (uji Dynamic Cone Penetrometer). Analisis mencakup perhitungan beban sumbu kumulatif (JSKN), penentuan nilai CBR desain menggunakan metode persentil 10, dan evaluasi ketebalan perkerasan melalui analisis kelelahan dan erosi. Hasil menunjukkan bahwa untuk umur rencana 40 tahun dan beban sumbu standar kumulatif (CESA₅) sebesar 42.206.965,54, ketebalan perkerasan kaku 20 cm dengan lapis pondasi kelas A setebal 150 mm memberikan kapasitas struktural yang memadai. Desain yang diusulkan menggabungkan dowel beton (Ø25 mm, panjang 450 mm, jarak 300 mm) dan tie bar (D16 mm, panjang 700 mm, jarak 600 mm) untuk mengelola tegangan termal dan transfer beban. Analisis biaya-manfaat menunjukkan bahwa perkerasan kaku menawarkan daya tahan jangka panjang yang lebih baik dan biaya siklus hidup yang lebih rendah meskipun biaya konstruksi awal lebih tinggi. Penelitian ini memberikan panduan praktis untuk keputusan desain perkerasan di koridor lalu lintas tinggi dalam kondisi tropis Indonesia. Kata kunci: Perkerasan jalan, rekonstruksi perkerasan, LHR, CBR