Anekasari, Rani Nur
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRAM ANTI PERUNDUNGAN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH DAN MENURUNKAN PERILAKU PERUNDUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH : STUDI LITERATUR Anekasari, Rani Nur; Utami, Margaretha Sih Setija; Utami, Cicilia Tanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.9208

Abstract

Bullying in secondary schools remains a critical issue affecting students’ psychological well-being and the overall school climate. Various anti-bullying programs have been implemented in Indonesia; however, their forms, implementation patterns, and effectiveness vary considerably. This study aims to examine the forms and characteristics of anti-bullying programs in secondary schools, analyze their implementation and effectiveness, and identify factors that support or hinder program success. This study employed a narrative literature review approach. Articles were retrieved from Google Scholar and Portal Garuda databases published between 2020 and 2025. Out of 105 identified articles, nine studies were selected based on topic relevance, secondary school context, and clarity of program description and outcomes. The findings indicate that anti-bullying programs in secondary schools include student-based programs, guidance and counseling-based interventions, character education initiatives, and school-based programs supported by formal prevention teams (TPPK). Overall, these programs were effective in reducing bullying behavior and improving students’ empathy. Nevertheless, program effectiveness largely depends on school leadership commitment, active involvement of school members, collaboration with external stakeholders, and continuous monitoring and evaluation. Major barriers include underreporting of bullying cases, limited resources, and inconsistent program implementation. ABSTRAK Perundungan di sekolah menengah masih menjadi permasalahan yang berdampak pada kesejahteraan psikologis siswa dan iklim sekolah. Berbagai program anti perundungan telah diterapkan di Indonesia, namun bentuk, pola implementasi, dan tingkat efektivitasnya menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bentuk dan karakteristik program anti perundungan di sekolah menengah, menganalisis pola implementasi dan efektivitas program, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan narrative literature review. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda pada rentang tahun 2020–2025. Dari 105 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 9 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi topik, konteks sekolah menengah, serta kejelasan deskripsi program dan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa program anti perundungan di sekolah menengah terdiri atas program berbasis siswa, guru bimbingan dan konseling, pendidikan karakter, serta program berbasis kebijakan sekolah melalui pembentukan TPPK. Secara umum, program-program tersebut efektif dalam menurunkan perilaku perundungan dan meningkatkan empati siswa. Namun, efektivitas program sangat dipengaruhi oleh komitmen sekolah, keterlibatan seluruh warga sekolah, kolaborasi dengan pihak eksternal, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Hambatan utama meliputi rendahnya pelaporan kasus, keterbatasan sumber daya, dan inkonsistensi implementasi program.  
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI : SEBUAH KAJIAN LITERATUR Anekasari, Rani Nur; Sulastri, Augustina; Utami, Cicilia Tanti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9341

Abstract

Emotional intelligence is an important aspect of early childhood development that is influenced by the family environment, especially parenting. This study aims to examine the role of parenting patterns on the development of emotional intelligence in early childhood through literature review. The research method used is narrative literature review by reviewing SINTA accredited national journals published in the range of 2018-2025. The literature search was conducted through Google Scholar and Garuda Portal using the keywords parenting, emotional intelligence, and early childhood. The results show that democratic or authoritative parenting has the most positive influence on children's emotional intelligence development, which is reflected in children's ability to recognize and manage emotions, have empathy, self-control, and good social skills. Conversely, permissive and authoritarian parenting tend to have a less than optimal impact on children's emotional development when applied predominantly. In addition, factors such as education, occupation, parents' age and the number of children in the family also influence the parenting style applied. The conclusion of this study confirms that the application of warm, communicative and consistent parenting plays an important role in supporting the development of early childhood emotional intelligence. ABSTRAK Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, khususnya pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pola asuh orang tua terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini melalui kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative literature review dengan menelaah jurnal nasional terakreditasi SINTA yang diterbitkan pada rentang tahun 2018–2025. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda menggunakan kata kunci pola asuh, kecerdasan emosional, dan anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis atau authoritative memiliki pengaruh paling positif terhadap perkembangan kecerdasan emosional anak, yang tercermin dari kemampuan anak dalam mengenali dan mengelola emosi, memiliki empati, kontrol diri, serta kemampuan bersosialisasi yang baik. Sebaliknya, pola asuh permisif dan otoriter cenderung berdampak kurang optimal terhadap perkembangan emosional anak apabila diterapkan secara dominan. Selain itu, faktor pendidikan, pekerjaan, usia orang tua, serta jumlah anak dalam keluarga turut memengaruhi pola asuh yang diterapkan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan pola asuh yang hangat, komunikatif, dan konsisten berperan penting dalam mendukung perkembangan kecerdasan emosional anak usia dini.