Tujuan - Studi empiris mengenai pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Islam pada jenjang sekolah dasar selama ini cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif atau pengembangan karakter secara parsial. Penelitian tindakan kelas yang secara sistematis mengkaji praktik pembiasaan harian untuk mengembangkan disiplin, empati, dan tanggung jawab secara simultan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembiasaan harian yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan disiplin, empati, dan tanggung jawab peserta didik. Metode - Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas V di salah satu sekolah dasar negeri di Yogyakarta, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, angket, dan wawancara semi terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan harian, seperti salat dhuha, salat dzuhur berjamaah, tadarus Al-Qur’an, budaya salam, budaya antre, serta praktik reflektif, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan perkembangan karakter siswa. Dari Siklus I ke Siklus II, tingkat disiplin meningkat sebesar 22 persen, empati sebesar 18 persen, dan tanggung jawab sebesar 25 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan harian yang terstruktur dan konsisten dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam efektif dalam mendukung pengembangan berbagai dimensi karakter peserta didik di sekolah dasar.