Bawang merah merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibudidayakan oleh petani, namun produktivitasnya sering dipengaruhi oleh efisiensi penyerapan hara dan kondisi kesuburan tanah. Upaya peningkatan pertumbuhan dan hasil bawang merah terus dikembangkan melalui pemanfaatan pupuk hayati dan pupuk majemuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) dan pupuk NPK, baik secara mandiri maupun kombinasi, terhadap pertumbuhan vegetatif dan jumlah umbi bawang merah. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu CMA (0, 5, 10, dan 15 g per tanaman) dan pupuk NPK (0, 15, 30, dan 45 g per plot), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman pada umur 2–5 MST dan jumlah umbi per sampel pada akhir pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian CMA belum memberikan peningkatan yang berarti terhadap tinggi tanaman maupun jumlah umbi bawang merah. Demikian pula pemberian pupuk NPK tidak memberikan respons yang konsisten pada kedua parameter pengamatan. Kombinasi kedua perlakuan tersebut juga belum menunjukkan efek sinergis terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CMA dan pupuk NPK belum memberikan pengaruh agronomis yang signifikan pada bawang merah, sehingga optimalisasi dosis, waktu aplikasi, dan perbaikan kondisi tanah masih diperlukan untuk memperoleh respons yang lebih optimal. Kata kunci: mikoriza, pemupukan, pertumbuhan vegetatif, hasil tanaman