Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) cabai merah serta menguji pengaruh produksi, luas panen, dan harga terhadap NTP di Provinsi Sumatera Utara. NTP digunakan sebagai indikator kesejahteraan karena mencerminkan kemampuan petani menukar hasil usahatani dengan barang dan jasa yang dibutuhkan untuk konsumsi maupun produksi. Provinsi Sumatera Utara dipilih karena merupakan salah satu sentra utama cabai merah nasional dan pada saat yang sama menghadapi fluktuasi produksi dan harga yang cukup tajam. Penelitian menggunakan data sekunder deret waktu bulanan periode 2018–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda setelah model memenuhi asumsi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NTP cabai merah cenderung meningkat dari 98,10 pada 2018 menjadi 129,02 pada 2024 sehingga rata-rata petani berada pada kondisi surplus. Secara simultan produksi, luas panen, dan harga berpengaruh signifikan terhadap NTP dengan nilai adjusted R² sebesar 0,635. Secara parsial ketiga variabel signifikan pada taraf nyata 5%; kenaikan produksi dan harga memperbaiki NTP, sedangkan perluasan luas panen yang tidak diikuti pengaturan output berpotensi menekan NTP. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen produksi, stabilisasi harga, dan dukungan kebijakan agar peningkatan output benar-benar terkonversi menjadi perbaikan kesejahteraan petani cabai merah di Provinsi Sumatera Utara.