Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SINERGI MODERASI BERAGAMA, KEARIFAN LOKAL, DAN DIGITALISASI: KUKERTA KOLABORATIF UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Kasnelly, Sri; Afkari, Siti Ulfa; Qolbi, Fitri Akhyari
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36868

Abstract

ABSTRAK                                                                            Transformasi digital di pedesaan menghadirkan tantangan dalam menjaga moderasi beragama, pelestarian kearifan lokal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Desa Teluk Sialang menghadapi rendahnya literasi digital, minimnya pemahaman moderasi beragama di kalangan pelajar, serta keterbatasan akses pasar bagi pelaku UMKM. Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) lintas prodi hadir sebagai solusi dengan mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni penguatan moderasi beragama, pemberdayaan berbasis kearifan lokal, dan pemanfaatan digitalisasi dalam satu model pengabdian yang komprehensif dan terstruktur. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan literasi digital masyarakat, mengembangkan ekonomi syariah berbasis konteks digital, dan memperkuat harmoni sosial melalui moderasi beragama. Metode pelaksanaan meliputi kelas toleransi interaktif di MTs Sa'adatuddaraini, pembuatan podcast di SD 035 Teluk Sialang, pelatihan promosi digital melalui media sosial dan Google Maps, edukasi kesadaran hukum dan hak warga desa, penyuluhan keharmonisan keluarga dan literasi digital, serta pendampingan sertifikasi halal secara door to door pada 25 UMKM. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek, meliputi pemahaman moderasi beragama siswa dari 0% menjadi 100%, peningkatan literasi digital dan kesadaran hukum warga mencapai 100%, pemahaman keharmonisan keluarga dan literasi digital mencapai 100%, serta keberhasilan pengurusan NIB dan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM yang didampingi. Program Kukerta ini membuktikan bahwa model pengabdian kolaboratif lintas prodi terbukti mampu menciptakan solusi holistik bagi permasalahan desa, memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat Desa Teluk Sialang yang lebih inklusif, berdaya, dan harmonis. Kata kunci: Moderasi Beragama; Kearifan Lokal; Digitalisasi Desa; Ekonomi Syariah; Kolaborasi Lintas Prodi ABSTRACTDigital transformation in rural areas presents challenges in maintaining religious moderation, preserving local wisdom, and empowering the community's economy. Teluk Sialang Village faces low digital literacy, minimal understanding of religious moderation among students, and limited market access for MSME actors. The cross-study Community Service (Kukerta) program emerges as a solution by integrating three main pillars: strengthening religious moderation, empowerment based on local wisdom, and digitalization utilization in a comprehensive and structured community service model. The aim of this service is to enhance community digital literacy, develop sharia-based economies within a digital context, and strengthen social harmony through religious moderation. Implementation methods include interactive tolerance classes at MTs Sa'adatuddaraini, podcast production at SD 035 Teluk Sialang, digital promotion training via social media and Google Maps, education on legal awareness and village residents' rights, counseling on family harmony and digital literacy, as well as door-to-door halal certification assistance for 25 MSMEs. The program results show significant improvements across all aspects, including students' understanding of religious moderation increased from 0% to 100%, residents' digital literacy and legal awareness reached 100%, family harmony understanding and digital literacy reached 100%, and successful processing of business registration numbers (NIB) and halal certifications for accompanied MSMEs. This Kukerta program demonstrates that a collaborative cross-study community service model effectively creates holistic solutions for village problems, providing tangible contributions in building a more inclusive, empowered, and harmonious Teluk Sialang Village community. Keywords: Religious Moderation; Llocal Wisdom; Digitalization