ABSTRAK Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan minat dan kemanpuan literasi siswa. Rendahnya tingkat literasi siswa menjadi perhatian serius khususnya di sekolah daerah seperti SMPN 4 Satu Atap Cidadap. Tujuan pengabdian ini membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di SMPN 4 Cidadap yaitu kurangnya minat baca tulis siswa dan membentuk karakteristik siswa yang berbudaya literasi. Metode pada tahap pelaksanaan pengabdian ini dilakukan pada beberapa tahap yaitu persiapan, penyampaian materi, praktik, presentasi, diskusi serta refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif dan interaktif. Sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa kelas 7, kelas 8 dan kelas 9 sebagai peserta kegiatan. Hasil kegiatan Literasi Sekolah (GLS) SMPN 4 Satu Atap Cidadap dilihat dari berbagai aspek bahwa para siswa yang mengikuti penuh kegiatan ini. Pada diskusi dan refleksi para siswa mampu menunjukkan peningkatan membaca, menulis dan mengenal literasi digital secara baik. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian ini memberikan dampak yang positif bagi para siswa, pihak sekolah dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi dalam membangun jejaring kemitraan Pendidikan tinggi dan sekolah menengah. Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah; Peningkatan Literasi Baca Tulis Dan Digital; Pengabdian Masyarakat; Lingkungan Sekolah. ABSTRACTThe School Literacy Movement (Gerakan Literasi Sekolah/GLS) is an effort to enhance students' interest and ability in literacy. The low literacy level among students is a serious concern, particularly in regional schools such as SMPN 4 Satu Atap Cidadap. The purpose of this community service program was to help address the problems at SMPN 4 Cidadap, namely the lack of student interest in reading and writing, and to shape students' character into a literacy-oriented culture. The implementation method was carried out in several stages: preparation, delivery of material, practice, presentation, discussion, and reflection. The activities were conducted using participatory and interactive methods. The target participants were students from grades 7, 8, and 9. The results of the School Literacy Movement (GLS) activities at SMPN 4 Satu Atap Cidadap, observed from various aspects, showed that students fully participated in the program. During discussions and reflection sessions, the students demonstrated improvement in reading, writing, and a good understanding of digital literacy. Overall, this community service initiative had a positive impact on the students, the school, and Universitas Muhammadiyah Sukabumi in building a collaborative network between higher education and secondary schools. Keywords: School Literacy Movement; Improving reading, writing and digital literacy; Community service; School environment.